Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Sejarah Baru di Melbourne! Novak Djokovic Tembus 400 Kemenangan Grand Slam

Redaksi Prokal • 2026-01-25 10:10:39
Novak Djokovic
Novak Djokovic

MELBOURNE, AUSTRALIA – Novak Djokovic terus mengukuhkan dirinya sebagai legenda hidup tenis dunia. Petenis asal Serbia tersebut baru saja menorehkan sejarah besar dengan mencetak kemenangan ke-400 di ajang Grand Slam, sekaligus mencatat kemenangan ke-102 di turnamen Australian Open.

Prestasi fenomenal ini diraih usai Djokovic menundukkan petenis Belanda, Botic van de Zandschulp, lewat pertandingan ketat tiga set dengan skor 6-3, 6-4, dan 7-6 (4) pada babak ketiga yang berlangsung di Melbourne Park, Sabtu (24/1/2026).

Kemenangan ini membawa rekor menang-kalah Djokovic di Melbourne menjadi 102-10. Tak hanya itu, ia kini menyamai rekor sang maestro Roger Federer untuk jumlah kemenangan terbanyak di turnamen pembuka musim tersebut. Di usianya yang menginjak 38 tahun, pemilik 10 gelar Australian Open ini tengah membidik trofi Grand Slam ke-25 untuk menjadi pemain tenis pria tersukses sepanjang masa.

Momen Dramatis: Jatuh dan Luka di Lapangan

Meski menang tiga set langsung, laga ini tidak dilalui Djokovic dengan mudah. Ketegangan memuncak pada set ketiga ketika ia sempat terjatuh di lapangan saat gim ketiga baru dimulai. Insiden tersebut sempat memicu kekhawatiran penonton, namun Djokovic berhasil menguasai keadaan.

"Saya berhasil jatuh dengan 'baik', saya bisa melindungi diri saya sendiri. Keadaannya bisa saja lebih parah dari itu," ujar Djokovic sebagaimana dilansir dari Associated Press.

Djokovic bahkan sempat meminta medical timeout untuk memasang perban pada luka di telapak kaki kanannya. Puncak dramatis terjadi pada gim ke-12 set ketiga saat ia menyelamatkan dua set point. Dalam aksi yang mengundang decak kagum sekaligus tawa, Djokovic sempat berpura-pura menanduk bola layaknya pemain sepak bola sebelum akhirnya mengunci kemenangan lewat fase tie breaker.

Menghadapi sisa turnamen, Djokovic mengaku lebih waspada. Pengalaman pahit tahun lalu, di mana ia mengalami cedera pada tiga dari empat ajang Grand Slam, membuatnya lebih berhati-hati dalam menjaga kondisi fisik.

"Tahun lalu memberikan pelajaran berharga. Saya terlalu bersemangat sehingga berujung cedera. Sekarang saya harus lebih sabar," tegasnya.

Meski mengakui bahwa rival muda seperti Carlos Alcaraz dan Jannik Sinner tengah bermain di level yang sangat tinggi, Djokovic menegaskan dirinya belum habis. Ia tetap berkomitmen memberikan perlawanan sengit demi mempertahankan takhtanya sebagai raja tenis dunia di tengah gempuran generasi baru. (*)

Editor : Indra Zakaria