LAS VEGAS – Pertarungan sengit di kelas bulu (featherweight) baru saja tersaji di "Sin City" Las Vegas. Petarung Brasil, Joanderson Silva, sukses mengembalikan momentum pengejaran gelarnya setelah menang angka tipis (decision) atas jagoan Inggris, Arnold Allen, dalam laga yang berlangsung penuh aksi selama tiga ronde.
Ronde pertama menjadi milik Arnold Allen. Tampil lebih lincah, petarung berjuluk "Almighty" tersebut terus bergerak mengitari Silva sambil melepaskan tendangan kaki dan pukulan kiri yang akurat. Silva, yang sempat kalah menyakitkan di laga sebelumnya, tampak lebih berhati-hati sebelum akhirnya meledak di 10 detik terakhir ronde pertama.
Memasuki ronde kedua, intensitas meningkat. Sudut pelatih Silva memintanya untuk lebih fokus. Silva mulai memburu Allen di sekitar oktagon, mendaratkan pukulan kanan keras yang sempat menggoyahkan Allen. Tak tinggal diam, Allen membalas dengan serangan lutut (knee) dan serangan berputar (spinning attack) yang dinamis. Ronde kedua berakhir dengan situasi yang sangat berimbang bagi kedua petarung.
Final Ronde ketiga menjadi babak penentu. Sadar poin sangat ketat, Silva menunjukkan urgensi yang lebih tinggi. Meski Allen mencoba melakukan takedown, Silva berhasil bertahan dan justru membalas dengan teknik dirty boxing.
Di menit terakhir, momen ikonik terjadi ketika Silva menunjuk ke tengah oktagon—mengajak Allen beradu pukul secara terbuka. Silva berhasil menjatuhkan Allen ke kanvas di detik-detik akhir, yang tampaknya menjadi poin krusial di mata para juri untuk memberikan kemenangan bagi petarung berjuluk "Lord" tersebut.
Dengan kemenangan ini, Joanderson Silva (29) kemungkinan besar akan mencuri peringkat 6 kelas bulu milik Allen. Ia kini hanya butuh satu kemenangan besar lagi untuk mencicipi perebutan gelar juara dunia.
Di sisi lain, Arnold Allen (31) harus menerima kenyataan pahit. Setelah absen sepanjang tahun 2025, kekalahan ini menjadi sinyal bahwa ia harus lebih aktif di tahun 2026 jika ingin tetap relevan dalam persaingan papan atas kelas 145 pound yang sangat kompetitif. (*)
Editor : Indra Zakaria