Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Syarat Berat Ali Abdelaziz untuk Ilia Topuria: Lepas Gelar Jika Ingin Lawan Islam Makhachev!

Indra Zakaria • Kamis, 26 Maret 2026 - 22:50 WIB

Ilia dan Islam Makhachev.
Ilia dan Islam Makhachev.

LAS VEGAS – Manajer kawakan MMA, Ali Abdelaziz, akhirnya buka suara menanggapi tantangan panas yang dilontarkan juara kelas bulu UFC, Ilia Topuria, kepada kliennya, Islam Makhachev. Dalam pernyataan terbarunya, Abdelaziz menegaskan bahwa duel antar-juara tersebut tidak akan terjadi dengan mudah tanpa pengorbanan besar dari pihak Topuria.

Abdelaziz mempertanyakan keseriusan "El Matador" dalam mengejar status double champion. Menurutnya, jika Topuria benar-benar menginginkan pertarungan melawan raja kelas ringan tersebut, ia harus mengikuti jejak para pendahulunya. "Apakah Ilia benar-benar menginginkan pertarungan melawan Islam? Jika ya, dia harus melepaskan gelar kelas bulunya," ujar Abdelaziz tegas.

Ia menambahkan bahwa Topuria tidak memiliki hak istimewa dibandingkan petarung lain yang pernah mencoba naik kelas. "Saya rasa dia tidak akan melakukannya, dan saya tidak menyalahkannya karena dia baru saja memenangkan sabuk juara. Tapi petarung lain telah melakukan pengorbanan itu, dan dia tidak istimewa; dia sama seperti orang lain," tambahnya merujuk pada regulasi tak tertulis mengenai perpindahan divisi.

Selain masalah gelar, faktor finansial juga menjadi ganjalan utama. Abdelaziz meyakini ambisi Topuria sangat dipengaruhi oleh nilai kontrak yang fantastis. Meski mengakui UFC memiliki kekuatan finansial untuk mewujudkan duel raksasa tersebut, Abdelaziz mengisyaratkan akan mengajukan tuntutan angka yang sangat tinggi yang bisa membuat pihak promotor berpikir dua kali.

"Ilia ingin menghasilkan banyak uang. Saya tidak menyalahkannya, tetapi saya dapat menyebutkan angka-angka tertentu yang mungkin membuat UFC mundur. Mampukah UFC membayar? Tentu saja. Jika pertarungan itu cukup besar dan penting bagi mereka, mereka dapat membayar berapa pun jumlahnya," pungkas manajer asal Mesir tersebut. Pernyataan ini seolah menjadi bola panas bagi pihak Topuria dan UFC untuk menentukan langkah selanjutnya dalam menciptakan salah satu laga terbesar di tahun 2026. (*)

Editor : Indra Zakaria