LAS VEGAS – Petarung kelas berat ringan UFC, Carlos Ulberg, mengungkapkan dedikasi luar biasanya demi mengejar takhta juara. Petarung asal Selandia Baru ini mengakui bahwa dirinya harus bertarung menembus rasa sakit akibat cedera demi mencapai ambisi tertingginya di oktagon.
Bagi Ulberg, peluang untuk memperebutkan gelar UFC adalah motivasi yang cukup kuat untuk mengabaikan batasan fisiknya. Ia menegaskan bahwa misi meraih sabuk emas bukan sekadar ambisi pribadi, melainkan sebuah tujuan yang jauh lebih besar.
Baca Juga: Menyesal Beri "Ampun" pada Ulberg, Jiri Prochazka Tuntut Rematch Usai Kehilangan Gelar di UFC 327
“Hanya harus mendorong diri melewati itu dan memahami apa yang dipertaruhkan, ini berarti sangat banyak bagi saya,” ujar Ulberg dalam keterangannya.
Ulberg menambahkan bahwa pola pikir (mindset) yang kuat menjadi kunci utamanya bertahan di tengah tekanan kompetisi kasta tertinggi tersebut. Baginya, rasa sakit sementara akibat cedera tidak sebanding dengan kehormatan menjadi seorang juara dunia.
“Mendapatkan sabuk ini lebih besar daripada saya. Memiliki pola pikir ini membantu saya mendorong diri melewati itu,” tambahnya.
Ulberg, yang dikenal dengan gaya bertarung striking yang presisi dan cepat, saat ini memang tengah menjadi sorotan di kelas 205 pon. Ketangguhan mental yang ia tunjukkan ini semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu penantang serius yang patut diwaspadai oleh para penghuni papan atas klasemen kelas berat ringan. (*)
Editor : Indra Zakaria