PROKAL.CO- Dunia MMA sempat dibuat terheran-heran dengan pemandangan tak biasa pasca-pertarungan sengit antara Khamzat Chimaev dan Sean Strickland. Meski dikenal sebagai petarung yang kerap melontarkan kata-kata pedas dan kontroversial, Strickland justru terlihat bersalaman bahkan dipakaikan sabuk juara oleh Chimaev setelah duel berakhir.
Melalui unggahan di media sosial pribadinya, petarung berjuluk "Borz" ini akhirnya buka suara untuk meredam tanda tanya penggemar. Chimaev mengakui bahwa Strickland memang banyak bicara hal yang tidak perlu sebelum laga, namun ia memilih untuk memisahkan urusan di dalam dan di luar arena.
“Mengenai pria itu, dia memang mengatakan banyak hal yang tidak perlu. Orang-orang bertanya mengapa saya menjabat tangannya dan memakaikan sabuk padanya setelah itu. Kami tidak memiliki kebiasaan untuk terus bicara atau berkelahi setelah kekalahan,” tegas Chimaev memberikan penjelasan.
Bagi Chimaev, pertarungan sejati hanya terjadi di dalam oktagon. Begitu bel akhir berbunyi, hasil yang terjadi sepenuhnya merupakan ketetapan Tuhan yang tidak bisa diganggu gugat. Ia menekankan bahwa sportivitas jauh lebih tinggi nilainya daripada dendam pribadi atas hinaan yang sempat terlontar.
“Jika kami bertarung, kami bertarung di dalam kandang, dan kami sudah bertarung sebaik mungkin. Apa yang telah diputuskan Allah tidak lagi berada dalam kendali kami,” ujarnya dengan nada tenang.
Poin krusial yang membuat Chimaev luluh adalah sikap rendah hati yang ditunjukkan Strickland tepat setelah laga usai. Ternyata, petarung Amerika Serikat itu menunjukkan gestur penyesalan yang mendalam secara langsung kepada Chimaev.
“Pria itu menundukkan kepalanya dan meminta maaf. Jika seseorang meminta pengampunan, saya bisa memaafkannya. Saya bukan seorang penindas sehingga saya harus menolak untuk memaafkan,” pungkas Chimaev. Sikap ini pun menuai banyak pujian dari komunitas beladiri dunia yang melihat sisi kedewasaan dari petarung asal Chechnya tersebut.
Editor : Indra Zakaria