Bukan berangkat dari hobi, namun dari hati. Mengembangkan usaha perawatan kecantikan atau spa, karena Noerhayati beranggapan bahwa seluruh perempuan berhak atas itu. Juga mengedukasi mengenai perawatan badan, menjaga ciptaan Tuhan.
BELASAN tahun lalu, perawatan kecantikan bagi perempuan masih belum terlalu umum di Samarinda. Apalagi salon yang hanya khusus melayani perempuan muslimah. Noerhayati atau karib disapa Noer, mencoba peruntungan. Pada 2009, Zhafira Spa Muslimah berdiri.
“Menjalankan usaha begini (spa) itu kalau enggak pakai cinta, enggak bisa. Ini berkaitan dengan pelayanan, dengan pengalaman seseorang. Dan saya juga nawaitu (niat) dari awal memang ingin tempatnya khusus perempuan,” bebernya saat ditemui di Amira Spa, Jalan Mayor Jenderal Sutoyo Samarinda.
Diceritakan, awal mula mendirikan Zhafira pada 2009 lalu, dia menemui berbagai pengalaman dan kisah menarik dari customer. Minimnya pengetahuan tentang perawatan diri, lahir beberapa tingkah lucu.
“Jadi memang kan khusus muslimah, sehingga mungkin baru pertama kali. Kita mau facial wajahnya, tapi malah tengkurap. Makanya di awal, saya niatkan edukasi. Perlu untuk merawat diri bagi seorang perempuan atau istri. Apalagi mereka yang muslimah mungkin tidak nyaman ketika ke salon umum, karena yang khusus masih sangat jarang, bahkan mungkin enggak ada waktu itu,” jelas perempuan kelahiran 1964 itu.
Lalu pada 2019, Amira Spa hadir. Dengan tempat dan perawatan yang lebih profesional. Lahirlah cerita, jika lokasi tempat spa keduanya memang sebelumnya tempat perawatan spa tradisional. Franchise dari perusahaan nasional terkait yang mendirikan cabang di Samarinda.
“Tapi karena satu dan lain hal, akhirnya ditutup. Dan sangat sayang dibiarkan, saya ambil kesempatan untuk tempatnya. Kebetulan saya berkawan baik dengan pemiliknya. Interior masih tetap, hanya tentu menggunakan standar dari kami,” ungkapnya.
Dijelaskan Noer, usia usahanya memang terbilang cukup lama, sejak 2009. Namun fokus utamanya adalah edukasi, melahirkan terapis profesional. Sejak 2011, dia yang mendalami seluk-beluk dunia perawatan tubuh kemudian mendirikan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Amira. Sebab menurutnya, menjadi terapis tak bisa asal.
“Ada pertanggungjawaban ke customer. Bagaimana pelayanan atau jasa yang kita kasih itu memang layak dan tentu harus tersertifikasi juga terapisnya. Berkaitan dengan kesehatan juga,” beber Noer.
Kesungguhannya terhadap dunia spa, membuatnya juga didaulat sebagai Ketua Asosiasi Spa Terapis Indonesia (ASTI) Kaltim. Juga sering diminta menjadi penguji bagi terapis, termasuk sejak 2011 menjadi guru tamu yang rutin mengajar di salah satu sekolah di Samarinda. (rdm)
Editor : izak-Indra Zakaria