Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Gertakan Maut Trump: Kanada Terancam Tarif 100 Persen Jika "Mesra" dengan China

Redaksi Prokal • 2026-01-25 16:59:03
Presiden AS Donald Trump (dua kiri) menyambut Perdana Menteri Kanada Mark Carney (dua kanan) di Gedung Putih di Washington, D.C., Amerika Serikat (6/5/2025).
Presiden AS Donald Trump (dua kiri) menyambut Perdana Menteri Kanada Mark Carney (dua kanan) di Gedung Putih di Washington, D.C., Amerika Serikat (6/5/2025).

 

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menyulut api ketegangan dengan tetangga utaranya. Melalui unggahan di platform Truth Social pada Sabtu (24/1/2026), Trump melontarkan ancaman ekstrem berupa pengenaan tarif impor sebesar 100 persen terhadap seluruh produk Kanada jika negara tersebut berani menjalin kesepakatan dagang dengan China.

Dalam narasinya yang tajam, Trump menyerang Perdana Menteri Kanada Mark Carney dengan sebutan "gubernur." Trump memperingatkan bahwa Carney akan melakukan kesalahan fatal jika membiarkan Kanada menjadi pintu masuk atau pelabuhan transit bagi produk-produk China menuju pasar Amerika Serikat. Menurut Trump, keterikatan ekonomi yang lebih erat dengan Beijing hanya akan membawa bencana bagi tatanan sosial dan dunia usaha di Kanada.

Trump secara gamblang menyatakan bahwa China akan menghancurkan kedaulatan Kanada jika kerja sama tersebut dilanjutkan. Ia menegaskan bahwa pengambilalihan ekonomi Kanada oleh China adalah hal terakhir yang dibutuhkan dunia dan bersumpah tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Ancaman ini menjadi puncak ketegangan setelah pekan lalu Kanada mengumumkan kesepakatan prinsip dengan China terkait pengurangan tarif kendaraan listrik sebagai imbalan atas akses ekspor produk pertanian.

Pemerintah Kanada segera bereaksi untuk meredam kepanikan pasar. Menteri yang bertanggung jawab atas Perdagangan Kanada-AS, Dominic LeBlanc, membantah klaim Trump mengenai adanya perjanjian perdagangan bebas dengan China. LeBlanc mengklarifikasi bahwa perundingan terbaru hanya sebatas menyelesaikan sengketa tarif tertentu. Ia menegaskan bahwa fokus utama Ottawa tetap pada penguatan hubungan ekonomi dengan Washington sebagai mitra keamanan dan ekonomi yang tak tergantikan.

Di sisi lain, PM Mark Carney mencoba membangkitkan sentimen nasionalisme domestik di tengah eskalasi ini. Melalui pesan video, Carney mengimbau warga Kanada untuk lebih mendukung pengusaha dalam negeri dan memperkuat kedaulatan ekonomi. Ia mengakui bahwa ekonomi Kanada saat ini sedang terancam dari pihak luar, namun ia menekankan bahwa Kanada tidak bisa mengendalikan tindakan negara lain dan harus fokus memperkuat diri sendiri melalui pembangunan infrastruktur serta militer.

Hubungan kedua negara memang berada di titik nadir sejak Trump kembali menjabat pada Januari tahun lalu. Perselisihan ini mencakup berbagai isu, mulai dari penolakan Kanada terhadap proyek sistem perlindungan rudal "Golden Dome" di Greenland, hingga ketegasan Carney menolak sindiran Trump agar Kanada menjadi negara bagian ke-51 AS. Sebagai balasan diplomatik, Trump baru-baru ini mencabut undangan bagi Kanada untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian bentukannya, menyusul pernyataan kritis Carney di Forum Ekonomi Dunia (WEF). (*)

Editor : Indra Zakaria