Dengan memahami semua mekanismenya, iapun yakin peserta jamaah haji asal Kalbar dapat melaksanakan ibadah dengan khusuk. Saat manasik haji ini juga diberikan pengetahuan tentang manasik kesehatan. Sebab dari kebanyakan jamaah haji asal Kalbar tak sedikit yang jamaah lansianya. Oleh sebab itu, mereka perlu dibekali pegetahuan kesehatan selama di sana.
Muhajirin juga mengingatkan jamaah, ketika melaksanakan ibadah haji untuk fokus, jangan terlalu sering berswafoto alias selfie ria. Sebab ibadah haji adalah melaksanakan rukun islam. Untuk menuju ke sana juga harus antre 12 tahun.
Ketika ibadah terlalu banyak berswasfoto justru menghilangkan makna dari haji. “Kalaupun mau swafoto boleh dan tidak dilarang. Bisa sebagai rasa syukur sudah berada di tanah suci. Bisa juga sebagai motivasi untuk anak dan keluarga yang berkeinginan haji. Tetapi saya tekankan bahwa ibadah haji tujuannya untuk ibadah dan ikutilah semua proses tersebut,” tegasnya.
Dia juga berpesan pada petugas jamaah haji untuk menjalankan tugasnya dengan benar. Yaitu melayani jamaah selama disana. Terpenting petugas harus bersabar karena jamaah haji ini berlatar macam-macam. Dari sisi pendidikan ada juga yang tak tamat sekolah dasar.
Belum lagi dari segi usai, cukup banyak lansianya. Dari segi sosial kultru budaya semuanya berbeda.
Ia minta petugas jamaah dapat memahami karakter para jamaah di kelompoknya. Jangan sampai petugas justru merasa paling benar dan tahu. Ini tak betul. Harus saling berbagi pengetahuan selama disana.
Laksanakan tugas sebaik-baiknya. Para petugas inikan bukan jamaah haji, tetapi menjadi petugas, tugasnya melayani jamaah haji. (iza)