Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Jemaah Haji untuk Fokus Ibadah, Tidak Sering Selfie, Petugas Haji Diminta Jalankan Tugas dengan Benar

Syahriani Siregar • Rabu, 8 Mei 2024 - 20:10 WIB
ilustrasi haji
ilustrasi haji

 

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan BaratMuhajirin Yanis mengatakan, tahun ini kuota haji Kalbar mencapai 2.593 orang. Mengalami kenaikan jika dibanding tahun lalu sebanyak 2519 orang.  Demikian dikatakannya usai membuka kegiatan bimbingan manasik haji pada 637 calon haji di Pontianak, Senin (6/5).

“Pelaksanaan bimbingan manasik haji ini dilakukan serentak di 14 kabupaten kota di Kalbar. Sudah dimulai sejak seminggu lalu. Hari ini dilakukan bimbingan manasik untuk jamaah haji asal Kota Pontianak sebanyak 637 jamaah,” ujar Muhajirin Yanis kepada awak media. 

Dijelaskan dia, tahun ini total kuota jamaah haji asal Kalbar mencapai 2.593 orang. Terdapat kenaikan dibanding tahun lalu yang kuotanya berada di angka 2.519 orang. Tambahan kuota haji bagi Kalbar didapat karen Pemerintah Arab Saudi memang memberikan kuota tambahan bagi jemaah haji asal Indonesia.

Dari kuota tersebut dibagilah kuota tersebut diseluruh Indonesia secara proporsional oleh Menteri Agama.

“Kami juga mengucapkan terima kasih pada Pak Menteri Agama yang sudah melakukan lobi kuota haji ini. Mudah-mudahan setiap tahun kuotanya bisa terus bertambah,” ujarnya. Ia menekankan pada jemaah haji untuk ikut setiap tahapan manasik. Sebab semua tahapan ibadah haji ini ada di manasik haji. 

Dengan memahami semua mekanismenya, iapun yakin peserta jamaah haji asal Kalbar dapat melaksanakan ibadah dengan khusuk. Saat manasik haji ini juga diberikan pengetahuan tentang manasik kesehatan. Sebab dari kebanyakan jamaah haji asal Kalbar tak sedikit yang jamaah lansianya. Oleh sebab itu, mereka perlu dibekali pegetahuan kesehatan selama di sana.

Muhajirin juga mengingatkan jamaah, ketika melaksanakan ibadah haji untuk fokus, jangan terlalu sering berswafoto alias selfie ria. Sebab ibadah haji adalah melaksanakan rukun islam. Untuk menuju ke sana juga harus antre 12 tahun. 

Ketika ibadah terlalu banyak berswasfoto justru menghilangkan makna dari haji. “Kalaupun mau swafoto boleh dan tidak dilarang. Bisa sebagai rasa syukur sudah berada di tanah suci. Bisa juga sebagai motivasi untuk anak dan keluarga yang berkeinginan haji. Tetapi saya tekankan bahwa ibadah haji tujuannya untuk ibadah dan ikutilah semua proses tersebut,” tegasnya. 

Dia juga berpesan pada petugas jamaah haji untuk menjalankan tugasnya dengan benar. Yaitu melayani jamaah selama disana. Terpenting petugas harus bersabar karena jamaah haji ini berlatar macam-macam. Dari sisi pendidikan ada juga yang tak tamat sekolah dasar.

Belum lagi dari segi usai, cukup banyak lansianya. Dari segi sosial kultru budaya semuanya berbeda.

Ia minta petugas jamaah dapat memahami karakter para jamaah di kelompoknya. Jangan sampai petugas justru merasa paling benar dan tahu. Ini tak betul. Harus saling berbagi pengetahuan selama disana. 

Laksanakan tugas sebaik-baiknya. Para petugas inikan bukan jamaah haji, tetapi menjadi petugas, tugasnya melayani jamaah haji. (iza)

 

 
 
 
 
 
Editor : Indra Zakaria