Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Warga Amaco Tagih PLN Perbaikan Elektronik yang Rusak

aqsha-Aqsha Radar Banjarmasin • Minggu, 20 Januari 2019 - 21:22 WIB

BANJARBARU - Hampir dua pekan sudah kejadian rusaknya peralatan elektronik warga Kompleks Amaco terjadi. Namun, hingga Sabtu (19/1) kemarin vendor PLN yang bertanggungjawab atas insiden tersebut belum tuntas dalam menangani peralatan milik warga yang rusak.

Lambannya perbaikan atau penggantian yang dilakukan vendor, membuat warga yang terdampak mempertanyakan komitmen mereka.

"Katanya di RT lain sudah ada yang diperbaiki. Tapi, di tempat kami sampai sekarang belum. Jangan-jangan, mereka lepas tanggung jawab," kata Ahmad Yahya, salah seorang warga RT 35.

Dia mengungkapkan, padahal di wilayahnya ada banyak peralatan rusak akibat kelalaian yang dilakukan pihak ketiga PLN. Saat mengganti panel tegangan rendah gardu Rabu (8/1) tadi.

"Di sini ada 4 kulkas, 8 TV dan 10 AC yang rusak. Belum lagi, bohlam kipas angin dan lain-lain. Harusnya, sudah ada tindaklanjut dari vendor," tegasnya.

Sedangkan, peralatan elektronik miliknya yang rusak ialah satu unit AC, komputer, 4 charger handphone dan dua lampu. "Komputer padahal baru beberapa bulan saya beli, tapi sekarang tidak bisa digunakan karena kejadian itu," ungkap Yahya.

Sementara itu, Ketua RT 23, Kompleks Amaco, Sunarno Obet mengatakan, penanganan peralatan yang rusak dilakukan secara bertahap sejak beberapa hari yang lalu. Tapi, sampai sekarang belum tuntas.

"Pihak vendor mendatangi satu-persatu rumah warga yang peralatannya rusak. Kalau rusak ringan langsung diperbaiki di tempat. Tapi jika rusak berat, peralatan mereka bawa pulang," katanya.

Dia mengungkapkan, sejauh ini belum ada peralatan listrik yang diganti baru. Sebab, semuanya bisa diperbaiki. "Hanya bohlam yang mereka ganti. Kalau peralatan listrik lain, yang rusak berat pun bisa mereka perbaiki," ungkapnya.

Lanjutnya, sesuai hasil pendataan mereka, peralatan listrik yang rusak milik warga di wilayahnya paling banyak adalah bohlam dengan total 41 buah.

"Terbanyak kedua, AC, kipas angin dan charger Hp masing-masing 6 unit," ucapnya.

Sementara, dia menyebut peralatan lain yang rusak ialah kulkas dan dispenser masing-masing empat unit. Kemudian, DVD player dua unit dan mesin cuci satu buah.

"Selain itu, ada tiga stavolt yang rusak dan tiga wifi dan satu CCTV," ujarnya.

Secara terpisah, Manajer Rayon PLN Banjarbaru Nur Adi Firawan mengungkapkan, berdasarkan data yang disampaikan vendor PLN. Hingga kemarin sudah 70 persen peralatan elektronik milik warga yang ditangani.

"Klaim mereka seperti itu," ungkapnya, data yang sama diungkapkannya sejak Senin (14/1) lalu.

Ditanya, berapa lama vendor memerlukan waktu untuk menangani semua peralatan elektronik warga yang rusak. Dia mengaku tidak mengetahuinya. Dan meminta untuk menanyakannya langsung ke pimpinan PT Benua Jaya Mandiri selaku mitra PLN.

Namun, saat dihubungi pimpinan vendor PLN yang diketahui bernama Yitno itu tidak merespon. Padahal, dia telah membaca pesan WhatsApp yang dikirim oleh wartawan koran ini. (ris/by/bin)

Editor : aqsha-Aqsha Radar Banjarmasin
#Banua umum