BANJARBARU - Kerap memacu kecepatan tinggi saat mengejar lokasi kebakaran. Para relawan pemadam kebakaran swasta di Banjarbaru tentu tak lepas dari risiko bahaya.
Bukan hanya risiko yang berhubungan dengan keselamatan. Urusan dompet juga kerap harus mereka korbankan.
Bicara alat penunjang pemadam kebakaran jelas tidak murah. Dari mesin portabel, selang, nozzle, seragam hingga BBM mobil ditanggung secara mandiri.
Untung-untung kalau ada donatur. Tetapi sayangnya itu masih belum mampu mengcover semua biaya operasional tadi.
Alhasil kerap para anggota relawan pemadam kebakaran harus patungan dan iuran semaksimal mungkin. Belum kalau ada alat dan mobil harus perbaikan lantaran diporsir "stand by".
Kondisi seperti ini turut dikisahkan salah seorang rekanan relawan pemadam kebakaran di Banjarbaru. Relawan yang enggan namanya dikorankan ini berharap, ada perhatian serta bantuan dari pemerintah kepada para pemadam kebakaran swasta di Kota Idaman.
"Harapan kita sebagai pemadam swasta yang pasti perlunya bantuan dari pemerintah kota Banjarbaru. Karena sudah lama kita menunggu bantuan tersebut," katanya diwawancarai Radar Banjarmasin kemarin (6/2) siang.
Bantuan itu sebut relawan yang tergabung di paguyuban pemadam swasta ini, bukan mengarah ke uang tunai. Namun menurutnya, rekanan pemadam kebakaran swasta bantuan berupa peralatan pemadam kebakaran yang bisa dihibahkan.
"Seperti peralatan mesin pompa, selang maupun hibahan dari unit pemerintah yang ibaratnya sudah tidak layak namun masih bisa digunakan, kita tentu sangat terbantu," kisahnya.
Diutarakannya, peranan pemadam kebakaran swasta sebetulnya sangat dibutuhkan masyarakat. Apalagi jika memasuki musim Karhutla, tak pelak beberapa relawan pemadam swasta turut turun tangan memadamkan api yang membahayakan pemukiman.
"Kita tentu berharap ada perhatian dari pemerintah untuk Pemadam swasta ini, karena bila setiap ada kebakaran tidak hanya dari Damkar UPT Pemko Banjarbaru saja, namun pasti Pemadam Swasta pun turut diperlukan untuk memadamkan api," curhatnya.
Terkait adanya unek-unek dari relawan pemadam kebakaran yang juga pernah mencuat setahun yang lalu di Banjarbaru.
Radar Banjarmasin mencoba mengkonfirmasi ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru.
Kepala Pelaksana BPBD Banjarbaru, Suriannor Akhmad menyatakan mengetahui soal keluhan relawan pemadam swasta tersebut.
Saat ini pun katanya pihaknya ingin duduk bersama dengan relawan swasta di Banjarbaru untuk sharing soal keluhan dan masukannya.
"Kami memang merencanakan akan duduk bersama dengan mereka secepatnya. Untuk berkoordinasi terkait penanganan kebencanaan di Banjarbaru, termasuk musibah Kebakaran," kata Suriannor.
Bahkan kata Suriannor, ia sangat sepakat bahwa peranan relawan pemadam kebakaran swasta sangat dibutuhkan.
"Jelas, kita menganggap mitra kerja. Makanya kita akan segera carikan solusinya bagaimana," paparnya.
Ia pun memahami bagaimana yang dirasakan oleh relawan ketika bertugas di lapangan. Soal biaya operasional pun kata Suriannor jelas juga dimengertinya.
"Kita memahami itu. Semoga saja rencana ini bisa cepat kita realisasikan," pungkasnya. (rvn/al/bin)
Editor : aqsha-Aqsha Radar Banjarmasin