Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

PKS Ingin Kader Sendiri, PDIP Tunggu Hasil DPP

miminradar-Radar Banjarmasin • Sabtu, 22 Agustus 2020 - 16:56 WIB
Peta politik di Banjarbaru masih sangat dinamis.
Peta politik di Banjarbaru masih sangat dinamis.

BANJARBARU - Saat ini, peta politik di Banjarbaru masih sangat dinamis. Hanya beberapa parpol yang terang-terangan bakal berlabuh kemana. Sementara sebagian lagi masih memilih belum berkomentar.

Sebagaimana diketahui, sekarang parpol yang telah memastikan usungan adalah Gerindra (6 kursi), PPP (4 kursi), Golkar (5 kursi), PKB (3 kursi), NasDem (4 kursi) dan PAN (2 kursi). Sementara sisanya seperti PDIP (3 kursi), PKS (2 kursi) dan Demokrat (1 kursi) belum mengambil sikap.

Meski rumor dan isu terus bergulir soal kemana potensi mereka berkoalisi. Namun faktanya parpol-parpol yang belum menentukan sikap ini masih di posisi abu-abu.

Misalnya adalah PKS, parpol yang semua memastikan berkoalisi dengan petahana ini kini merubah haluan. Bahkan terakhir tersebar kabar kuat bahwa PKS bakal berkoalisi dengan Golkar, guna melengkapi syarat maju di jalur Parpol.

Hanya saja sampai sekarang PKS belum mengumumkannya dengan lantang. Sementara Golkar baru saja menyatakan bakal berkoalisi dengan PKB dan secara syarat maju telah terpenuhi dengan total kursi 8.

Ketua DPC PKS Banjarbaru, A Nur Irsan Finazli ketika dimintai tanggapan soal ini masih terkesan malu-malu. Ia meminta agar awak media menunggu keputusan di tingkat DPP selaku pengambil keputusan.

"Ini masih cair, masih finishing lobby," ujar Irsan kemarin.

Dikulik lebih dalam, Irsan mengatakan bahwa sebetulnya PKS menyodorkan kader sendiri untuk maju di Pilwali Banjarbaru. Tepatnya dua nama yang diusulkan untuk mengisi posisi bakal calon wakil wali kota.

"Arahan Wilda (Wilayah Dakwah) PKS Kalimantan, agar Banjarbaru bisa mengusung kader maju sebagai wakil wali kota. Ini sudah masuk ke Wilda nama-nama kader PKS untuk mendampingi calon wali kota.  Untuk yang diusung calon wali kotanya masih pembahasan ditingkat Wilda Kalimantan," katanya.

Namun melihat Golkar telah merekomendasikan dua kadernya sendiri. Maka potensi kader PKS untuk diusung lewat skema berkoalisi dengan Golkar bisa dikatakan cukup sulit.

"Realita politik, nunggu hasil dari DPP saja. Insya Allah satu sampai dua hari ini ada keputusan," tanggap Irsan.

Berpindah PDI Perjuangan Banjarbaru. Partai berlambang banteng ini juga belum gamblang mengatakan bakal berkoalisi dengan siapa. Padahal suara PDIP cukup berpengaruh lantaran punya kekuatan tiga kursi.

Ketua DPC PDIP Banjarbaru, Wartono ketika diminta tanggapan hanya merespons bahwa semua masih dalam proses. Yang mana pihaknya berstatus menunggu keputusan DPP.

"Masih berproses, untuk resminya belum. Sekarang kita menunggu keputusan DPP, karena kita sudah sampaikan perkembangan peta politik di Banjarbaru," jawab Wartono.

Meski waktu mepet dan belum menyatakan usungan resminya. Wartono memastikan bahwa PDIP Banjarbaru tak akan abstain. Ditegaskannya bahwa PDIP bakal mengusung salah satu pasangan.

"PDIP Banjarbaru akan mendukung (di Pilwali Banjarbaru), tidak abstain," pungkasnya. (rvn/bin/ema)

Editor : miminradar-Radar Banjarmasin
#Banua Politik