Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Banjarbaru Tak Gunakan AstraZeneca

miminradar-Radar Banjarmasin • Rabu, 24 Maret 2021 - 22:03 WIB
PENGIRIMAN VAKSIN: Saat ini baru 4739 orang divaksin di Banjarbaru terdiri dari para nakes dan pelayan publik, semuanya mendapatkan vaksin Sinovac. | Dok: Radar Banjarmasin
PENGIRIMAN VAKSIN: Saat ini baru 4739 orang divaksin di Banjarbaru terdiri dari para nakes dan pelayan publik, semuanya mendapatkan vaksin Sinovac. | Dok: Radar Banjarmasin

BANJARBARU - Selain Sinovac, Vaksin Covid-19 yang didistribusikan Pemerintah Indonesia adalah AstraZeneca. Vaksin asal Inggris ini sempat menuai kontra lantaran MUI menyebut bahwa ada kandungan mengandung babi di dalamnya.

Meski demikian, vaksin yang didatangkan sebanyak 1,1 juta dosis ini sudah mulai didistribusikan. MUI juga menegaskan bahwa vaksin ini boleh disuntikkan karena dalam keadaan darurat.

Menariknya, meski disebar ke berbagai penjuru negeri. Kalsel dan Kota Banjarbaru tak mendapat jatah vaksin ini. Lantaran, vaksin AstraZeneca hanya disebarkan ke enam provinsi.

"Kalsel dan khususnya kita di Kota Banjarbaru tidak mendapat distribusi vaksin ini. Enam provinsi yang didistribusikan menurut pusat adalah DKI Jakarta, Bali, NTT, Kepulauan Riau, Maluku dan Sulawesi Utara," kata Kepala Dinas Kesehatan Banjarbaru, Rizana Mirza.

Sejauh ini, Mirza mengatakan belum ada informasi ihwal vaksin ini bakal didistribusikan ke Banjarbatu atau tidak. Namun yang jelas sejauh ini tegasnya bahwa vaksin yang digunakan hanya dari Sinovac.

"Untuk Banjarbaru selama ini tiga kali kita dapat distribusi vaksin baik untuk Nakes atau pelayan publik semuanya adalah Sinovac, tidak ada vaksin lain termasuk AstraZeneca," katanya.

Untuk ke depan, Mirza tak mau berandai-andai apakah kebagian vaksin jenis lain atau tidak. Yang jelas katanya sekarang fokus pihaknya adalah upaya vaksinasi yang sedang berlangsung.

"Kita belum tahu apakah ada vaksin lain (selain Sinovac) atau tidak. Dari pemerintah pusat maupun provinsi tidak ada menginformasikan lagi," tuntasnya.

Sebagai informasi, sejauh ini kurang lebih baru ada 4739 Orang yang divaksin di Banjarbaru. Semuanya meliputi vaksin untuk kloter nakes dan pelayan publik. Angka ini secara persentase baru 2-3 persen dari total jumlah penduduk Kota Banjarbaru. (rvn/bin/ema)

Editor : miminradar-Radar Banjarmasin
#Banua Covid-19 Corona