Hujan Deras Tiga Jam Buat Banjarbaru dan Kabupaten Banjar Banjir Parah
izak-Indra Zakaria• Rabu, 6 Juli 2022 - 18:21 WIB
BANJIR BANJARBARU: Warga Guntung Payung yang terjebak di rumahnya dievakuasi BPBD dengan perahu.BANJIR BANJARBARU: Warga Guntung Payung yang terjebak di rumahnya dievakuasi BPBD dengan perahu. FOTO: SUTRISNO/RADAR BANJARMASIN
Hanya perlu hujan deras selama tiga jam untuk memicu banjir parah di Kota Banjarbaru, Banjarmasin dan Kabupaten Banjar.
BANJARBARU – Hujan deras yang turun sejak pagi hingga siang (4/7), membuat Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar dikepung banjir.
Data yang dihimpun Radar Banjarmasin, di Banjarbaru, kawasan yang terendam mencakup Jalan Soeratno, Jalan Ahmad Yani km 31, Jalan Mistar Cokrokusumo, Kampung Pelangi dan Pasar Ulin Raya. Di Kompleks Graha Permata Indah IX Kelurahan Guntung Payung, BPBD harus menggunakan perahu untuk mengevakuasi warga yang terjebak di dalam rumah.
Relawan BPK Barokah Syamsudin Noor, Agung menyebutkan, ada 11 warga yang harus dievakuasi. Kebanyakan perempuan dan anak kecil. “Kedalaman air sudah mencapai pinggang orang dewasa,” ujarnya.
Warga kompleks, Misran menceritakan, air mulai menggenang pada jam 7 pagi. “Karena di sini dataran rendah,” ujarnya. Daerah di sana memang langganan terendam bila diguyur hujan berdurasi satu jam lebih. Banjir juga merendam delapan rukun tetangga di Kelurahan Cempaka. Setelah tiga jam, baru air mulai surut. Turun ke Kelurahan Sungai Tiung dan merendam tiga rukun tetangga.
“Air turun dari Gunung Kupang ke Cempaka lalu mengalir lagi ke Sungai Tiung,” kata Camat Cempaka, Dedy Hariyadi. Selain evakuasi, kecamatan juga berencana untuk mendirikan dapur umum. Beralih ke Kabupaten Banjar, juga berlangsung evakuasi di beberapa kawasan yang ketinggian airnya sudah dinilai membahayakan.
Kasi Evakuasi dan Penyelamatan DPKP Banjar, Gt Yudi menyebut dua lokasi. Pertama di Perumahan Guntung Alaban, Kelurahan Sungai Paring. Di sini 11 orang dievakuasi. “Ada dua ibu hamil dan dua anak kecil, sisanya orang dewasa,” jelasnya.
Lokasi kedua di Kompleks Megatama, Desa Jingah Habang. “Alhamdulillah banyak yang turun membantu,” imbuhnya. Beralih ke Banjarmasin, di sini, julukan Kota Seribu Sungai menjadi kenyataan. Dalam artian negatif.
“Kepala sudah terasa berat. Rasanya sudah tak sanggup lagi beres-beres,” sambungnya.
“Sungai meluap. Air yang masuk sangat deras. Saya tidak sempat menyelamatkan apa-apa. Bagaimana mau memasak kalau begini,” keluh Rabiatul, tetangga Latifah.
Tetangga yang lain, Asmah hanya komat-kamit. Berdoa agar hujan segera reda. Asmah sudah kehabisan tenaga untuk mengamankan perabot dan perkakas yang hendak direndam air. “Tadi bergantian dengan bapak menghalau sampah yang masuk ke dalam rumah. Sekarang mau istirahat dulu,” timpalnya.Ketiganya tinggal di Jalan Lingkar Dalam Selatan RT 32 Kelurahan Pekapuran Raya, Banjarmasin Timur. Senin (4/7), hujan mengguyur deras sedari subuh. Begitu matahari terang, luapan air muncul di mana-mana. Ketinggiannya antara 10 sampai 30 cm.
Data sementara BPBD, ada sembilan kawasan yang terendam. Semuanya adalah jalan-jalan utama. Seperti Jalan Sudirman (perempatan Jembatan Merdeka), Jalan Lambung Mangkurat (kawasan kantor pos), Jalan DI Panjaitan, Jalan Sultan Adam, Jalan Pangeran Hidayatullah dan Jalan Gatot Subroto.
Lalu, kawasan permukiman padat seperti Jalan Kelayan Tengah (Gang Gembira Ujung), Jalan Bumi Mas, dan Jalan Kelayan B dari RT 08 sampai RT 14.
Belum termasuk kawasan Lingkar Dalam Selatan yang dipantau Radar Banjarmasin. Sedangkan di Jalan Prona 1 dan 2, Banjarmasin Selatan, air memenuhi gang-gang kecil di sana.
“Ini baru gara-gara hujan. Belum karena sungai meluap. Kalau air pasang, bisa semakin dalam. Saya sudah sering mengungsi ke ke musala,” ucap Arbainah, warga Jalan Prona 1 Gang Pirus 1.
Tetangganya di Jalan Prona 2, Normiliyani juga mengeluhkan hal serupa. “Padahal sungainya sudah dikeruk. Pembuangan air juga sudah dibikin,” ujarnya bingung.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Banjarmasin, Fahruraji mengatakan curah hujan kali ini tidak biasa. “Patut waspada. Khawatir bakal datang banjir kiriman dari daerah terdekat (Banjarbaru dan Banjar),” ujarnya. Sementara, BPBD masih bersiaga dengan rob. Dia berharap, banjir parah pada Januari 2021 takkan terulang. “Semoga saja,” tambahnya. Sebagai antisipasi, saat ini BPBD sedang menyiapkan sarana-sarana penunjang. Begitu dibutuhkan, mereka bisa langsung terjun. (ris/war/gr/fud)