Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pemkot Banjarmasin Kejar Target Stunting, Acara Bagi Sembako Saja Belum Cukup

izak-Indra Zakaria • Jumat, 10 November 2023 - 18:28 WIB
NGANTRE: Ibu dan balita yang menerima bantuan stunting di kantor Kecamatan Banjarmasin Selatan (FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN)
NGANTRE: Ibu dan balita yang menerima bantuan stunting di kantor Kecamatan Banjarmasin Selatan (FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN)

Pemko Banjarmasin masih berkutat dengan penurunan angka stunting (tengkes). Kamis (9/11) di kantor Kecamatan Banjarmasin Selatan di Jalan Tembus Mantuil, ada kolaborasi penanganan stunting bersama PT PLN (Persero) Unit P3 Banjarmasin. Di situ, ada 50 keluarga yang menerima bantuan makanan untuk penambah gizi ibu dan anak.

Wakil Wali Kota Banjarmasin, Arifin Noor mengakui perlu upaya ekstra untuk mengejar ketertinggalan. "Angka stunting di Banjarmasin masih berada di angka 22,4 persen atau di angka rata-rata nasional," ujarnya. Angka itu masih jauh dari angka penurunan stunting yang ditargetkan pemko. Yakni di angka 14 persen pada tahun 2024 mendatang. "Target pemko di angka itu," tegasnya. 

Arifin menjelaskan, pemko masih berupaya untuk mencapai target itu. Tidak melulu dengan pembagian sembako. Perlu dikombinasikan dengan program lain, seperti perbaikan sanitasi. Contoh dengan menggolkan program Bebas Buang Air Besar Sembarangan (BBABS).

"Kualitas kesehatan lingkungan juga jadi perhatian. Sebab, itu juga berpengaruh pada penurunan angka stunting," tekannya. Hasilnya cukup signifikan. Sebelumnya angka stunting di Banjarmasin berada di angka 27,8 persen. Artinya ada penurunan sebanyak 5,4 persen.

Salah satu keluarga penerima bantuan gizi, Raudah menceritakan, dia khawatir karena anaknya yang baru berusia 36 bulan sempat dinyatakan berisiko stunting. "Ketika saya memeriksakan anak ke puskesmas," ungkap warga Pemurus Baru tersebut.

Penyebabnya, konsumsi makanan yang kurang serat. "Agak kurang suka sayur dan buah. Untungnya bisa sedikit terpenuhi dengan mengonsumsi telur. Seandainya tidak, mungkin anak saya sudah stunting," tuturnya. Raudah berharap akan lebih banyak yang sadar dan peduli pada masalah stunting ini. "Semoga penanganan stunting ini menjadi kesadaran semua, tidak hanya pemerintah saja," tutupnya. (*)

 
 
Editor : izak-Indra Zakaria