Ingin Adipura? Problematika Sampah Masih jadi PR Serius untuk Kota Banjarmasin
M Fadlan Zakiri• Selasa, 25 Juni 2024 - 05:13 WIB
SELUAS MATA MEMANDANG: Kondisi TPA Basirih di Banjarmasin Selatan, menjadi catatan kementerian dalam penilaian Adipura. (FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN)
Persoalan sampah masih menjadi PR besar bagi Pemko Banjarmasin. Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina berjanji bakal memaksimalkan pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Basirih, di Kecamatan Banjarmasin Selatan.
Salah satunya, dengan membuat jalan baru di lahan TPA. Serta memperluas penampungan. Salah satunya, 5 hektare lahan untuk lindi.
"Jadi dari total luasan kawasan yang seblumnya 39,5 hektare, akan bertambah menjadi 44,5 hektare," jelas Ibnu, di sela kegiatan puncak Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Jumat (21/6) tadi. "Insyallah, tahun ini dikepemimpinan Ibnu-Arifin kita raih kembali piala Adipura," yakinnya.
Mengingatkan pembaca, tahun 2023 tadi, Banjarmasin belum berhasil meraih penghargaan Adipura. Ada sejumlah faktor yang membuat pemko gagal meraih penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup itu. Salah satunya, yakni terkait pengelolaan sampah di TPA yang dinilai belum maksimal.
Keinginan Wali Kota Banjarmasin itu diamini Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin, Alive Yoesfah Love.
Ia membeberkan, di dalam penilaian Adipura, TPA Basirih sebenarnya sudah bisa meraih nilai standar. Atau sudah memenuhi kriteria tim penilai Adipura. "Nilainya berada di angka 76," ungkapnya. Akan tetapi, ternyata ada catatan yang mebuat Adipura gagal diraih. Yakni, kurangnya optimalisasi potensi TPA. Ia pun mengakui hal itu.
Namun diyakinkannya, tahun ini catatan itu akan diperbaiki. Fungsi TPA akan ditingkatkan. Misalnya memanfaatkan kandungan bio gas, hingga daur ulang sampah. Baik sampah organik maupun non organik.
Photo
TUGU ADIPURA: Pemko Banjarmasin menargetkan tahun ini bisa kembali meraih Adipura. (FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN)
"Kami optimistis bisa menangani tantangan tersebut. Sekarang DLH sudah membangun rumah maggot (budidaya maggot) di wilayah TPA Basirih Banjarmasin," ungkapnya. Kemudian, TPS liar dan TPS yang melebihi kapasitas pembuangan juga bakal jadi perhatian. Lantaran kondisi ini juga termasuk penilaian untuk meraih Adipura. "TPS liar akan kami tutup. Saat ini juga sudah mulai kami kerjakan," pungkasnya. (*)