TANJUNG REDEB - Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Berau hingga kemarin (20/6) telah memeriksa empat saksi terkait insiden kebakaran sebuah mobil Sedan Corona KT 1714 G di SPBU Jalan Isa III, Tanjung Redeb, pada Rabu (19/6) lalu.
Kapolres Berau AKBP Pramuja Sigit Wahono melalui KBO Reskrim Polres Berau Iptu Agus Priyanto mengatakan pihaknya telah memeriksa empat saksi. Namun, pemilik mobil yang diketahui bernama Marten (32) saat kejadian mengalami luka bakar di bagian tangan kanan dan kiri serta luka bakar di punggungnya. Sehingga belum bisa dimintai keterangannya oleh penyidik lantaran yang bersangkutan masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Rivai, Tanjung Redeb.
“Empat saksi yang telah diperiksa yakni, 2 orang operator SPBU, dan 2 warga yang pada saat kejadian ikut mengantre BBM di SPBU itu,” jelas Agus kepada Berau Post, Kamis (20/6).
Agus juga belum bisa memastikan apakah mobil tersebut digunakan untuk mengetap BBM atau tidak karena pihaknya belum bisa meminta kesaksian dari Marten selaku pemilik mobil nahas tersebut. “Belum bisa dipastikan, kami masih menunggu hasil pemeriksa pemilik mobil nanti. Segera diperiksa, apalagi kondisi Marten saat ini sudah mulai membaik,” tutur Agus.
Lebih lanjut, dia menjelaskan kronologi singkat sebelum mobil yang diduga milik pengetap BBM tersebut terbakar. Dikatakannya, pada Rabu (19/6) sekira Pukul 14.00 Wita, mobil Sedan Corono itu memasuki SPBU Isa III, namun setelah diisi BBM jenis premium pada Pukul 14.55. Marten kemudian menyalakan (starter) mobilnya dan tiba-tiba muncul percikan api di bagian depan mobil yang kemudian dengan cepat menyambar jeriken berisi bensin yang disimpan dalam mobil tersebut.
Setelah lebih kurang 5 menit kemudian atau sekira Pukul 15.00, dua unit mobil pemadam kebakaran dari Pemkab Berau tiba di lokasi dan berusaha memadamkan api yang sudah terlanjur membesar di mobil tersebut. Dikarenakan tangki mobil yang terbakar dalam kondisi penuh bensin ditambah adanya 7 jeriken berisi bensin yang dimuat mobil itu, membuat petugas pemadam kebakaran harus bekerja keras memadamkan api. Sehingga api baru berhasil dipadamkan setelah lebih kurang satu jam kemudian.
“Saat terjadi kebakaran, warga yang lagi mengantre BBM bersama petugas SPBU langsung mendorong mobil dan menabrak satu unit sepeda motor yang berada di depan mobil itu. Sehingga sepeda motor itu pun ikut terbakar,” jelas Agus.
“Menurut keterangan petugas SPBU yang telah kami periksa, mengatakan bahwa Marten melakukan pengisian premium sebanyak 46,5 liter dan membayar Rp 300 ribu,” sambungnya.
Sebelumnya diberitakan, sebuah roda empat jenis Sedan Corona KT 1714 G terbakar sesaat setelah mengisi BBM di SPBU Jalan H.Isa III, Tanjung Redeb, Rabu (19/6) sekira Pukul 15.00 Wita.
Insiden tersebut membuat para konsumen SPBU yang sedang mengantre BBM panik dan langsung berhamburan dengan mengamankan kendaraan masing-masing keluar area SPBU. Salah seorang saksi mata, Sudirman mengatakan saat mobil tersebut hendak dinyalakan (distarter) tiba-tiba muncul percikan api yang kemudian membakar beberapa jeriken berisi BBM yang disimpan dalam mobil.
“Saya kebetulan berada di sekitar mobil, sedang mengisi bensin untuk motor saya. Tiba-tiba terlihat muncul percikan api di dalam mobil, kemudian membesar dan membakar bodi mobil itu. Mobil kemudian didorong menjauhi dari mesin pompa SPBU agar kebakaran tidak merembet ke kendaraan lainnya,” ujarnya.
“Petugas SPBU dan beberapa warga yang lagi mengantre BBM membantu memadamkan api menggunakan Apar (alat pemadam api ringan,red.),” sambung Sudirman.
Meski demikian, Sudirman mengakui sepeda motornya ikut tersambar api yang sempat menghanguskan mobil milik pengetap BBM tersebut. “Motor saya pas berada di depan mobil itu saat kebakaran dan merembes ke motor saya. Saya juga tidak berani mendekat karena apinya sudah besar. Ya saya pasrah aja,” ungkap Sudirman. (*/yat/asa)
Editor : uki-Berau Post