TELUK BAYUR - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) akan merelokasi semua buaya yang ada di Mayang Mangurai.
Kepala BKSDA Kaltim, Seksi Konservasi Wilayah I, Ilyas mengatakan sudah berkoordinasi dengan Disbudpar Berau selaku pengelola sebelumnya.
Ia menerangkan, kondisi kolam buaya sudah tidak layak lagi seiring adanya lokasi pertambangan di sekitarnya. Sehingga relokasi terhadap hewan predator tersebut dianggap perlu dilakukan.
"Sebelumnya memang kami dihubungi oleh pihak perusahaan terkait kondisi buaya tersebut yang memang harus direlokasi. Kemudian kami berkoordinasi dengan Disbudpar dan mereka setuju untuk direlokasi,” jelasnya. Sejak empat bulan lalu, pihaknya sudah berdiskusi tentang relokasi tersebut, dan melakukan pengecekan jumlah buaya yang ada di kolam tersebut. “Setelah kami sur-vei beberapa kali, ada sekitar 9 ekor dan yang kecil maupun sedang belum diketahui. Ya perkiraan sekitar 20-an ekor buaya,” bebernya.
Rencananya, buaya yang ada di Mayang Mangurai akan direlokasi ke salah satu penangkapan buaya yang ada di Kota Tarakan. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pihak penangkapan dan bersedia menerima buaya-buaya tersebut untuk ditangkarkan. "Sudah kita perhitungan semuanya, tinggal nunggu anggaran pembiayaan untuk pemindahan," terangnya. "Karena anggaran pemindahan rencananya ditanggung oleh perusahaan yang ada di sekitar situ, ketika anggaran cair maka langsung kami pindahkan,” sambungnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan, buaya yang paling besar di kolam tersebut berukuran lima meter lebih. Pihaknya juga sudah membuat boks untuk membawa buaya tersebut ke Tarakan.
Rencananya, buaya akan dibawa lewat perjalanan darat lalu akan dinaikkan kapal. “Biaya transportasinya itu yang mahal, kita harus menyewa kapal karena tidak boleh berbarengan dengan penumpang yang lain karena berisiko,” pungkasnya.
Di lokasi berbeda, Kepala Bidang (Kabid) Bina Pengembangan Destinasi Pariwisata, Disbudpar Berau, Samsiah mengatakan pihaknya mengizinkan jika buaya-buaya tersebut harus direlokasi ke tempat yang lebih layak lagi. “Karena bisa kita liat sendiri kolam buaya tersebut sudah dikelilingi tambang batu bara, sehingga risiko buaya tersebut lepas liar,” tutupnya. (adm/arp)
Editor : uki-Berau Post