Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Satu Keluarga Nyaris Tenggelam

octa-Octa • Kamis, 7 Februari 2019 - 16:43 WIB

TANJUNG SELOR – Satu keluarga nyaris meregang nyawa setelah perahu yang ditumpanginya terbalik di Sungai Kayan, Tanjung Selor, Bulungan, kemarin (6/2) sekira pukul 09.30 Wita.

Perahu yang ditumpangi Mariaman (53), Susanti (40), Irmawati (23), Ipul (24), dan Kayla (1) tersebut, terbalik dihantam gelombang, setelah berpapasan dengan speedboat penumpang tujuan Nunukan yang berangkat dari Pelabuhan Kayan II.

Menurut Susanti, salah satu korban, dirinya bersama keluarganya berangkat dari Desa Karang Anyar, Kecamatan Tanjung Palas, sekitar pukul 09.00 Wita.

Susanti dan keluarganya hendak memanen buah di perkebunan keluarga di wilayah SP6, Tanjung Selor. Di tengah perjalanan, tepatnya di sekitar Taman Tepian Kayan Abadi, perahu yang ditumpanginya terbalik setelah berpapasan dengan speedboat yang melaju dari arah berlawanan.

"Kami rencana mau panen buah. Saya tidak tahu juga karena kejadiannya begitu cepat," katanya usai menjalani perawatan di rumah sakit.

Dia menjelaskan, saat kejadian, Mariaman, suaminya, yang duduk di bagian depan perahu, jadi yang pertama tercebur ke sungai. "Suami saya kan di depan. Nah kena ombak kemudian masuk ke air. Saya posisinya gendong cucu saya. Akhirnya saya juga ikut masuk dalam air. Saya berusaha memegang cucu yang masih berumur satu tahun," jelasnya.

Susanti dan keluarganya sempat mengapung selama sekitar 15 menit di permukaan sungai. Sebelum diselamatkan masyarakat yang menggunakan speedboat penumpang tujuan Tarakan. Sebelum diselamatkan, Susanti dan anaknya Irmawati sempat berteriak minta tolong.

"Anak saya teriak minta tolong. Karena posisi kami tidak terlalu di tengah sungai. Masih dekat di depan taman yang tulisannya selamat datang," terangnya.

Terpisah, salah satu personel Pelabuhan Kayan II, Budi, membenarkan kecelakaan tersebut. Dia mengatakan, perahu ketinting yang mengangkut lima penumpang tersebut, kemungkinan terbalik akibat empasan gelombang yang ditimbulkan speedboat yang melintas.

“Dengan kapasitas ketinting yang diisi lima orang, terbaliklah saat dihantam gelombang,” katanya.

Untungnya, lanjut Budi, semua korban selamat walau sempat dilarikan ke rumah sakit. Bahkan setelah menjalani perawatan di rumah sakit, dokter yang menangani telah memperbolehkan mereka pulang karena tidak mengalami luka serius walau sempat terombang-ambing di permukaan sungai. (*/fai/udi/kpg/kri/k16)

Editor : octa-Octa