Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

PPU Terapkan Isolasi Pasien Covid-19 Tanpa Gejala

izak-Indra Zakaria • Senin, 14 Desember 2020 - 19:04 WIB
RS Putri Aji Botung, PPU.
RS Putri Aji Botung, PPU.

PENAJAM – Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) telah menerapkan isolasi mandiri secara terpadu. Masyarakat yang telah dinyatakan positif Covid-19, namun tidak memiliki gejala, bakal diarahkan ke rumah susun (rusunawa). Sejauh ini, sudah ada 26 orang yang melakukan isolasi di rusunawa tersebut. Tempat tersebut pun selalu dipantau oleh TNI, Polri, Satpol PP, dan dinas terkait lainnya.

Komandan Kodim 09/13 PPU Dharmawan Setyo Nugroho kepada Kaltim Post menyebut, pihaknya telah beberapa kali melakukan pemantauan di rusunawa. Ke-26 orang yang isolasi tersebut diminta untuk tetap menjaga imunitas, agar tidak menimbulkan gejala klinis.

“Kuncinya imun dibuat happy, imbauan pagi suruh berjemur, kemudian jalan-jalan di rusunawa,” kata dia.

Pria yang juga merupakan wakil ketua Satgas Covid-19 itu mengesankan, ketika mereka yang menjalani isolasi terpadu itu mengalami gejala, akan langsung dirawat di RSUD Ratu Aji Putri Botung.

“Sejauh ini baru 26 orang yang diisolasi di rusunawa. Sementara untuk pasien positif lainnya melakukan isolasi di rumah sambil menunggu hasil swab PCR keluar,” sambungnya.

Perwira TNI berpangkat melati dua itu menyebut, sebenarnya review dari Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) itu cukup 10 hari menjalani isolasi mandiri. Namun, di PPU ditambah menjadi 14 hari.

“Setelah itu, pasien melakukan swab PCR. Kendalanya di sini tidak langsung hari itu keluar. Bahkan harus menunggu hingga seminggu lebih,” katanya.

Dia telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan PPU. Soal keterlambatan hasil PCR karena mengirim hasil swab ke Balikpapan dan ke Samarinda.

“Kendalanya memang kita tidak punya alat sendiri, sehingga perlu waktu,” paparnya.

Biar tidak terus berkembang, dia menyebut, satu-satunya cara adalah dari disiplin diri. Harus lebih ketat. Sebab, masyarakat mulai jenuh. Rasa jenuh itu wajar, karena selama ini biasanya bebas dan bisa ke mana-mana dan berlibur, sekarang tidak boleh.

“Ya, jangan sampai ada guyonan masyarakat, ketika dikasih bantuan, ngomongnya, terima kasih Covid-19, semoga panjang umur. Kan bisa dapat bantuan terus,” pungkasnya sambil tertawa. (asp/rdh/k16)

Editor : izak-Indra Zakaria
#satgas covid