Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Perumda Varia Niaga Ingin Jadi Agen, Pemkot Tak Bisa Bantu Intervensi karena Pasokan Terbatas

izak-Indra Zakaria • Jumat, 23 Juni 2023 - 17:10 WIB
KONTRIBUSI: Bebaya Mart di bawah pengelolaan Perumda Varia Niaga di Jalan Teuku Umar, Sungai Kunjang, melayani pembelian tabung gas melon, namun jumlahnya terbatas, Kamis (22/6).
KONTRIBUSI: Bebaya Mart di bawah pengelolaan Perumda Varia Niaga di Jalan Teuku Umar, Sungai Kunjang, melayani pembelian tabung gas melon, namun jumlahnya terbatas, Kamis (22/6).

Perumda Varia Niaga yang hanya berstatus pangkalan gas elpiji 3 kg mengajukan diri menjadi agen penyaluran. Inisiatif itu untuk membantu stabilitas harga pasaran gas melon di Samarinda.

SAMARINDA–Harga tabung gas elpiji 3 kg melambung di tingkat pengecer di Samarinda, dari HET Rp 18 ribu kini mencapai Rp 40 ribu. Pemkot Samarinda tidak bisa berbuat banyak untuk mengintervensi karena keterbatasan pasokan.

Perumda Varia Niaga, salah satu perusahaan milik pemerintah daerah yang menjadi pangkalan gas elpiji 3 kg, berharap bisa meningkatkan statusnya menjadi agen penyaluran.

“Kami beroperasi sejak 21 Maret 2023 menjadi pangkalan gas elpiji. Pangkalan berada di rusunawa Jalan Teuku Umar, Kecamatan Sungai Kunjang,” ujar Direktur Perumda Varia Niaga Syamsudin Hamade, Kamis (22/6).

Syamsudin menjelaskan, sebagai pangkalan, pihaknya hanya mendapat pasokan dari agen Pertamina sebanyak 1.200 tabung per bulan. Pengambilan per minggu dua kali dengan kuantitas sekitar 150 tabung dalam sekali order. Angka ini cukup kecil dan hanya mencakup wilayah Kecamatan Sungai Kunjang.

“Kami tetap menjual dengan harga HET Rp 18 ribu baik ke masyarakat maupun ke UMKM. Memang secara aturan bisa saja menaikkan hingga Rp 21 ribu tetapi karena masyarakat saat ini sedang kesulitan mendapatkan tabung elpiji subsidi maka kami menjual sesuai HET,” ucapnya.

Dia menambahkan, setiap orang hanya boleh membeli satu buah menggunakan KTP dan mengutamakan warga di daerah sekitar pangkalan. Pembelian dibatasi karena prioritas masyarakat miskin.

Syamsudin mengatakan, sejak awal pihaknya mengajukan diri sebagai agen penyaluran gas elpiji 3 kg, karena bisa mendapat tabung gas mencapai 50 ribu sampai 100 ribu tabung per bulan. Namun yang disetujui hanya sebagai pangkalan. “Secara permodalan kami sanggup. Makanya kami terus komunikasi agar status bisa meningkat menjadi agen,” ucapnya.

Menurut Syamsudin, dengan menjadi agen, pihaknya bisa membantu pemerintah ketika diperlukan lewat kegiatan operasi pasar. Karena pasokan agen jumlahnya cukup besar.

“Kalau saat ini tidak bisa berbuat apa-apa, stok yang datang saja tidak bertahan lama dibeli konsumen,” ungkapnya.

Dia menyebut, dengan operasi pasar harga jual pun bisa dikendalikan dengan mengikuti HET, sehingga diharapkan peredaran tabung di pasaran bisa kembali normal. Langkah ini juga bisa menjadi upaya pengendalian inflasi. “Biasanya sesuai arahan Pemkot Samarinda melalui Dinas Perdagangan (Disdag),” tuturnya.

Sebelumnya, Pemkot Samarinda menghadapi kendala dalam upaya mengintervensi distribusi tabung gas elpiji 3 kg yang kerap sulit dicari di masyarakat. Permohonan menjadi agen distribusi melalui Perumda Varia Niaga kepada PT Pertamina belum mendapat restu.

Padahal jika perumda mendapat izin agen, pemkot bisa mengontrol pasokan dan harga gas elpiji 3 kg di Kota Tepian. (kri/k8)

 

DENNY SAPUTRA

@dennysaputra46

Editor : izak-Indra Zakaria