Cara mudah sederhana untuk mencegah merebaknya kasus demam berdarah dengue adalah dengan menerapkan pola 3M plus.
BONTANG – Jumlah penderita demam berdarah dengue (DBD) di Kota Taman pada Januari lalu mencapai 65 kasus. Jumlah ini mendekati pola maksimal kurun lima tahun belakangan. Tepatnya di 2019, kasus DBD di Januari mencapai 74.
Dari angka itu, Berebas Tengah merupakan kelurahan dengan jumlah tertinggi. “Angkanya mencapai 22 kasus di Berebas Tengah,” kata Fungsional Epidemiologi Muda, Diskes Bontang, Nur Ilham.
Memasuki Februari, masyarakat tetap diminta waspada. Pasalnya berdasarkan tren kasus, selisih angkanya tidak jauh beda dengan Januari. Bahkan dalam waktu dekat, Dinas Kesehatan akan menerbitkan surat edaran ke masyarakat. Surat ini ditujukan kepada kelurahan, sekolah, dan tokoh masyarakat. “Surat ini mengenai pentingnya gerakan 3M dalam upaya pemberantasan jentik nyamuk DBD,” ucapnya.
Pasalnya, untuk fogging hanya dapat membunuh nyamuk dewasa, sehingga melalui gerakan 3M ini bisa memberantas hingga sumber permasalahan. Utamanya di kawasan yang kerap ada tempat penampungan air. Terkait Berebas Tengah, Diskes masih melakukan identifikasi mengenai banyaknya kasus penderita DBD di wilayah tersebut.
“Ada satu lagi yakni di Kampung Gotong Royong yang juga kasusnya ada. Bahkan sudah satu kali dilakukan fogging. Dalam waktu dekat, ada fogging dosis kedua,” tutur dia.
Saat ini Bontang masih diguyur hujan walau intensitasnya tidak sering. Oleh sebab itu, perlu diperhatikan kondisi lingkungan sekitar. Jangan sampai ada plastik atau media lain yang bisa menjadi perkembangbiakan nyamuk. Ia juga menekankan banyaknya kasus DBD bukan disebabkan penerapan wolbachia.
“Justru melalui bibit nyamuk wolbachia ini dilakukan penekanan. Tetapi memang butuh proses. Jogjakarta butuh waktu minimal satu tahun dalam peningkatan jumlah populasi nyamuk ber-wolbachia,” terangnya.
Sehubungan dengan area perusahaan di Kelurahan Belimbing yang belum disebar ember wolbachia masih dalam proses sosialisasi. Rencananya tahapan itu dilakukan pekan depan. (ak/ind/k16)
Editor : Indra Zakaria