SAMARINDA-Salat Tarawih jamaah warga di Gang Damai, RT 19, Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara tak bisa tuntas tadi malam (8/4). Ketika api membara, hingga melalap delapan bangunan, jamaah baru menyelesaikan rakaat keenam. Walhasil, teriakan "api-api" yang menggema hingga ke dalam Masjid Darul Jannah tersebut membuat ibadah tak khusyuk. Warga yang biasanya merampungkan delapan rakaat salat sunah itu berhamburan menuju titik api.
Salah seorang jamaah, Arga, menerangkan, ketika salat di rakaat keenam, tetangganya berlari menuju masjid dan berteriak api-api. Namun demikian, sebagian warga berpendapat tetap harus menyelesaikan salat. "Tapi ada juga yang berteriak, mamamu (ibumu) di rumah dan kebakaran. Jadi, jamaah pun sepakat salat dihentikan, kemudian segera lari ke titik api. Untung masih sempat orangtua salah satu jamaah tarawih tersebut yang sempat berada di dalam rumah ketika api membesar bisa dikeluarkan. Karena memang orangtua jadi perlu bantuan untuk bisa berdiri," bebernya.
Dia menjelaskan, dalam waktu 10 menit api sudah membesar. Itu lantaran mayoritas rumah berbahan dasar kayu dan posisinya berdekatan. Sehingga, ketika api yang berasal dari belakang langsung menghabiskan bangunan yang berada di depannya. "Empat bangunan yang terbakar itu punya sepupu (keluarga) saya semua. Dinding rumah saya sempat hampir terbakar. Barang-barang juga sudah saya dikeluarkan semua, syukur hanya sampai tembok," sambung pria ramah tersebut usai kejadian kebakaran.
Ya, setidaknya ada delapan bangunan yang terdiri dari dua pintu rumah kontrakan dan tujuh rumah pribadi jadi arang akibat kebakaran Senin (8/4) malam. Berdasarkan data sementara, akibat kejadian itu ada delapan kepala keluarga dengan jumlah 24 jiwa harus kehilangan tempat tinggalnya. Si jago merah mulai mengamuk sekitar pukul 19.45 Wita, ketika warga memang sedang fokus beribadah. Pemadam kebakaran dan relawan pun perlu waktu sekitar 1 jam 45 menit atau sekitar pukul 21.30 Wita baru bisa mengendalikan api.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Samarinda Hendra AH kepada Kaltim Post menerangkan, dugaan sementara sebab api karena terjadi korsleting listrik. Ketika kejadian, rumah dalam kondisi kosong karena ditinggal salat Tarawih, sehingga api langsung membesar. "Tadi yang punya rumah ada ngomong, dia ditinggalkan ke masjid tiba-tiba nyala. Asal api dari rumah kayu. Dan perlu waktu satu sampai dua jam lebih baru padam," ungkap Hendra kemarin.
Dia menyebut, terdapat beberapa kendala saat melakukan pemadaman, sehingga petugas perlu waktu untuk menangani kobaran api. Di antaranya, jalan akses menuju titik api sempit, kemudian banyaknya warga yang penonton, serta minimnya sumber air. "Jadi, kami menurunkan unit mobil tangki pemadam di lima posko sekaligus. Totalnya ada 10 truk pemadam, serta dibantu puluhan para relawan untuk mengendalikan api," beber Hendra.
Dia memastikan tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Tetapi, terdapat empat orang relawan mengalami luka ringan dan luka bakar. "Kami mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada dan jangan sampai lalai. Apalagi, saat puasa dan menjelang Lebaran. Karena mungkin banyak kegiatan memasak serta ibadah, sehingga kelelahan. Jadi harus selalu waspada, kemudian wajib satu rumah memiliki satu apar (alat pemadam ringan)," sebutnya.
Sebelum kebakaran di Gang Damai, peristiwa serupa lebih dulu menggemparkan warga di Jalan Kemuning, Kecamatan Sungai Kunjang, pukul 03.35 Wita. petugas mendapati laporan adanya penghuni yang sedari awal tak terlihat di lokasi. Warga sekitar menduga, pria yang diketahui bernama Alex (35) terjebak dalam ruko yang ludes tersebut. Korban merupakan karyawan ruko yang berjualan sandal. “Informasi warga, bahwa api pertama itu dari ruko yang menjual sandal itu. Dan kami dengar ada yang terjebak di dalamnya,” ujar Kadisdamkar Samarinda Hendra AH.
Kecurigaan petugas lantaran folding gate dari ruko tersebut belum terbuka. “Begitu dicek ternyata benar, ada korban dengan kondisi meninggal dunia. Kemungkinan karena istirahat di samping kipas angin,” sambung Hendra. Jasad Alex langsung dievakuasi, dibawa ke ruang mortuary RSUD AW Sjahranie. (riz2/k15)
ASEP SAIFI
@asepsaifi
Editor : Indra Zakaria