Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Saksi Kunci Dihadirkan, Dalang Perundungan Remaja Perempuan di Samarinda Belum Tertangkap

Dwi Restu Amrullah • 2024-06-01 12:15:00
MENDAMPINGI: Kasus perundungan yang menggemparkan Samarinda beberapa waktu lalu tengah jadi perhatian TRC PPA Kaltim yang mendampingi kasus tersebut.
MENDAMPINGI: Kasus perundungan yang menggemparkan Samarinda beberapa waktu lalu tengah jadi perhatian TRC PPA Kaltim yang mendampingi kasus tersebut.

Mekar–bukan nama sebenarnya, remaja perempuan korban perundungan yang ramai di Samarinda beberapa waktu lalu. Terjadi di Jalan Siradj Salman, Kecamatan Samarinda Ulu, Rabu (22/5) lalu.

 

Prokal.co - MATANYA masih memar. Trauma dan takut masih dirasakan hingga saat ini. Mekar menerima perundungan dari beberapa orang. Pelakunya juga sesama perempuan. Pasca-kejadian, Mekar mengadukan kejadian tersebut ke polisi.

Rabu (29/5), Mekar didampingi Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kaltim ke Polresta Samarinda. TRC PPA yang mengawal kejadian tersebut sejak awal turut membawa NH, rekan Mekar yang juga ada saat kejadian sebagian saksi kunci dari kejadian tersebut. “Ya, benar kami mengawali kasusnya. Karena itu jelas jadi atensi kami,” ungkap Ketua TRC PPA Kaltim Rina Zainun.

Kepada harian ini, Mekar bercerita bahwa awal kejadian itu sebelumnya dari perkenalan di tepi jalan. “Si cowok ajak kenalan di pinggir jalan waktu kami cari lip tint. Saya bilang sama teman yang bonceng itu jalan langsung. Tapi begitu sampai di Kecamatan Sungai Kunjang ternyata teman itu bilang sudah kenal,” ujar Mekar.

Setelah pertemuan itu, rekan Mekar tersebut bertemu dengan pelaku utama. “Ceritanya lain-lain, makanya dia (pelaku) mengajak ketemu. Katanya mau dibicarakan baik-baik. Karena ada kesalahpahaman,” sambungnya.

Mekar bersama rekannya yang lain menghendaki pertemuan tersebut. “Pertama diajak ketemu di polder daerah Banggeris. Sudah ketemu motor teman saya itu dibawa sama pelaku ke daerah Siradj Salman. Di situ kami sempat hilang jejak, tanya-tanya ke orang juga,” bebernya.

Mekar datang menemui itu bersama empat rekannya yang lain. “Begitu ketemu sempat cekcok. Pas mau balik rambut langsung dijambak, ditarik, habis itu dipukuli kepala saya berulang kali. Sama tengkuk juga kena. Wajah juga ditendang,” jelasnya.

Diakui Mekar, dia tak mengenal pria yang dimaksud oleh pelaku. “Karena enggak terima masalah cowok dan tangkapan layar chat teman saya. Saya enggak kenal sama cowok itu. Dia sempat bilang, kamu masuk kandang singa,” terangnya menirukan perkataan pelaku di lokasi kejadian. Setelah aksi perundungan, pelaku berinisial AP lantas pergi meninggalkan pelaku.

“Habis itu saya dibawa ke rumah teman saya. Diobati,” imbuhnya. Sementara HN, dia juga mendapat ancaman pelaku. Dia tak bisa membantu korban lantaran bisa menjadi korban. “Katanya kalau ikut-ikutan mau dipukul juga,” ungkap HN.

Kembali ke Rina, dia menjelaskan, orangtua korban telah melakukan pelaporan secara resmi ke kepolisian, dan sudah diperiksa juga korban bersama satu saksi.

“Hari ini (kemarin) pemeriksaan kembali terhadap satu saksi untuk melengkapi berkas. Kalau langkah kepolisian mengakomodir kasus ini dan menjadi atensi dari satuan Reskrim. Penyelidikan dilimpahkan ke Jatanras. Jadi insyaallah Sabtu pemeriksaan terhadap saksi-saksi akan kembali dilakukan,” timpalnya.

Rina juga membenarkan pelaku belum tertangkap. “Nanti tunggu dari kepolisian saja,” kuncinya. (dra/k8)

Editor : Indra Zakaria
#perundungan #samarinda