PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Longsor melanda jalan berstatus nasional di Jalan Poros Pulau Derawan, Kabupaten Berau. Kondisi ini diperparah hujan yang cukup sering melanda daerah ini.
Penanggungjawab Jalan Nasional (PJN) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Kuntiadi, mengaku baru mengetahui adanya titik longsor tersebut. Ini akan menjadi usulan prioritas untuk dilakukan perbaikan tahun ini.
Baca Juga: Menteri ATR/BPN Akhirnya Mengakui: Dua Perusahaan Memegang 253 HGB di Tepi Laut di Tangerang Banten
"Memang ada beberapa titik longsong, (pantauan) beberapa waktu lalu belum parah. Kemungkinan longsor tersebut diperparah dengan intensitas hujan sejak beberapa hari terahir di Berau. Mudah-mudahan tahun ini bisa segera ditangani," ujarnya.
Dia juga mengaku, belum mengetahui secara pasti kapan akses jalan yang berjarak sekira 20 kilometer dari Kampung Tanjung Batu itu mengalami longsor separah saat ini. Sebab, kondisi jalan tersebut terakhir kali dipantau belum mengalami kerusakan signifikan.
Pihaknya sudah memberi rambu-rambu jalan agar pengendara dapat berhati-hati saat melintasi jalur tersebut.
"Setahu saya belum lama (longsor), dan kini semakin bertambah lebar hingga ke badan jalan longsornya. Sekarang kami sudah melakukan pengamanan sementara. Paling tidak pengendara mengetahui ada jalan rusak di sana," katanya.
Kata dia, struktur tanah yang berpasir di jalan tersebut sangat mudah longsor jika terjadi hujan dengan intesitas lama sehingga akan terjadi pergeseran tanah.
Sejauh ini, menurut data ada delapan titik jalan yang sudah teridentifikasi terancam longsor. Dari banyaknya titik tersebut, titik jalan longsor di sekitar Kampung Tanjung Batu tersebut yang mengalami kerusakan cukup parah.
"Itu masuk skala prioritas untuk dilakukan usulan perbaikan," tuturnya.
Dia berharap tahun ini semua bisa teralisasi. Karena, memang jalan tersebut statusnya jalan nasional.
“Jadi kami tegaskan bahwa terkait dengan titik jalan yang longsor itu sudah kami ketahui dan tinggal menunggu saja seperti apa nantinya, semoga saja bisa diatasi pada tahun ini,” tutupnya.
SERING HUJAN
Baca Juga: Menteri Satryo Bantah Tampar Pegawai, Ngaku Pindahkan Pegawai untuk Reformasi Birokrasi
Terpisah, Kepala Badan Meteorologi, Klomatologi dan Geofisikan (BMKG) Berau, Ade Heryadi, mengatakan saat ini mayoritas wilayah di Kabupaten Berau mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
"Dampak hujan yang terjadi, bisa menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor di sejumlah wilayah rawan di Berau," kata dia.
BMKG Berau juga memprediksi, hujan akan terus terjadi hingga akhir Januari. "Prediksi puncak musim hujan Januari ini, namun musim hujan diprakirakan masih berlangsung sampai Maret," jelasnya. (aky/far)
Editor : Faroq Zamzami