TANJUNG SELOR – Pemkab Bulungan memutuskan untuk melarang pedagang maupun pengunjung membawa putra dan putrinya ke area Pasar Induk, Tanjung Selor. Ini dilakukan untuk mengurangi risiko penyebaran Covid-19 pada anak.
Bupati Bulungan, Syarwani mengatakan, mobilisasi orang yang masuk ke Pasar Induk ini menjadi bagian yang harus diatur. Khususnya, pedagang maupun pengunjung yang membawa anak. “Jangan sampai ada orang tua yang membawa anaknya masuk ke dalam pasar,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Minggu (11/7).
Hal ini dilakukan untuk menekan penyebaran virus pada anak. Oleh karena itu, dirinya menekankan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk memperketat pengawasan di Pasar Induk. “Saya minta OPD teknis melarang anak masuk ke Pasar Induk. Terserah saja bunyinya seperti apa. Yang pasti anak dilarang masuk ke area pasar,” sebutnya.
Jika ada orang tua yang terlanjur membawa anak jika menggunakan kendaraan roda empat sebaiknya tetap berada di dalam mobil jangan dibiarkan keluar. “Kita juga akan membuat surat edaran terkait hal ini,” bebernya.
Selain di Pasar Induk, pihaknya juga mengantensi aktivitas masyarakat di sepanjang tepian Sungai Kayan. Sebab, wilayah itu juga ada fasilitas permainan anak. Oleh karena itu, dirinya menekankan agar pengawasan terus dilakukan. “Jangan sampai ada yang tidak menggunakan masker. Harus tetap menaati protokol kesehatan,” tegasnya.
Sementara itu, Plt Kepala Disperindagkop dan UMKM Bulungan, Asmuni mengaku belum pernah melihat ada pedagang maupun pengujung Pasar Induk yang membawa anak. “Di Pasar Subuh juga belum pernah saya lihat ada yang membawa anaknya,” kata Asmuni.
Menurutnya, sejak pandemi Covid-19 mewabah di Bulungan hampir tidak ada pedagang maupun pengunjung yang membawa anak. “Setiap pagi kami juga selalu memberikan imbauan kepada pedagang maupun pengunjung agar tidak membawa anak,” bebernya.
Hal ini menjadi salah satu bagian upaya yang dilakukan untuk melarang orang tua membawa anaknya. “Saya mulai pagi sampai sore selalu memonitor kondisi di pasar. Hampir tidak pernah saya lihat ada orang tua yang membawa anak,” ungkapnya.
Kendati demikian, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi. Khususnya di area Pasar Subuh. “Pengunjung di sana (Pasar Subuh) cukup banyak. Jadi, kami akan terus memantau,” bebernya. (*/jai/eza)
Editor : anggri-Radar Tarakan