Tim SAR gabungan akhirnya menemukan pemancing yaitu H. Mula yang dinyatakan hilang sejak Sabtu (14/10) lalu. Korban yang diketahui warga Juata Laut, Tarakan Utara ditemukan kemarin (18/10) pada pukul 14.45 Wita dalam kondisi meninggal dunia. Kepala Basarnas Tarakan, Syahril mengatakan, korban ditemukan dengan radius 16,36 nautical mile dari last known position (LKP).
“Jadi lokasi ditemukan korban masih berada di sekitar perairan Bunyu. Kalau dari hasil temuan tadi ya diperkirakan memang tenggelam,” katanya.
Ia menambahkan, saat ditemukan korban dalam posisi terlentang dan mengapung. Dalam melakukan pencarian, tim SAR sempat mengalami kendala lantaran titik koordinat diduga hilangnya korban yang belum pasti.
Korban pun awalnya ditemukan oleh nelayan sekitar dan langsung dilaporkan ke tim SAR gabungan. “Sebenarnya tempat ditemukan korban itu disisir oleh Tim SAR gabungan. Kita juga ada yang namanya titik duga.
Makanya kita tarik dari situ didapatlah jarak dia ditemukan dari diduga jatuhnya korban,” bebernya. Saat ditemukan, jasad korban didapati masih utuh.
Setelah ditemukan korban pun langsung dievakuasi menuju rumah duka di Kelurahan Juata Laut. Hal itu dilakukan setelah adanya permintaan dari keluarga korban.
“Selama pencarian kita melibatkan tim SAR gabungan, diantaranya Basarnas Tarakan, Pos TNI AL Juata Laut Tarakan, Polairud Polda Kaltara, Polair Polres Tarakan, nelayan, keluarga dan masyarakat sekitar. Saat ini pencarian dinyatakan ditutup,” tuturnya.
Dari kejadian itu, pihaknya berharap agar para nelayan dan pemancing bisa memperhatikan keselamatan dalam melaut.
Seperti memperhatikan himbauan cuaca dan menggunakan alat keselamatan. Dari kejadian tersebut, pihaknya belum memastikan apakah korban karena cuaca buruk atau tidak, lantaran tidak ada saksi yang melihatnya.
Selama ini pihaknya mendapati bahwa para nelayan tak terlalu memperhatikan aspek keselamatan. Namun, saat kejadian tak diinginkan terjadi ia menyarankan dapat menggunakan barang yang mudah mengapung seperti jeriken.
“Paling kita selalu ingatkan mereka untuk selalu membawa alat keselamatan. Seperti pelampung. Mungkin nelayan berpikir membeli itu agak mahal padahal itu penting,” tutupnya. (zar/lim)