KANDANGAN – Sebuah peristiwa memilukan mengguncang Kecamatan Daha Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), ketika perselisihan keluarga berakhir dengan hilangnya nyawa. Seorang pria bernama Pahri (41) tewas mengenaskan setelah menjadi korban penusukan yang dilakukan oleh anak tirinya sendiri, Jikri (21). Insiden berdarah yang terjadi pada Minggu (22/3) siang ini diduga dipicu oleh masalah sepele dan pengaruh alkohol yang menyelimuti pelaku.
Kapolres Hulu Sungai Selatan, Awaludin Syam, dalam konferensi pers pada Kamis (26/3), mengungkapkan bahwa petaka ini bermula saat Jikri meminta uang kepada ibu kandungnya, Hadariah (56), untuk membeli rokok. Namun, permintaan tersebut ditolak oleh sang ibu. Penolakan itu seketika menyulut emosi pelaku yang saat itu diduga tengah berada di bawah pengaruh minuman keras. Cekcok mulut pun tak terhindarkan hingga Jikri tega melakukan kekerasan fisik dengan memukuli ibu kandungnya sendiri.
Mendengar kegaduhan dan keributan di dalam rumah, Pahri yang awalnya berada di kamar segera keluar untuk melerai. Sebagai ayah tiri, ia mencoba menegur dan menasihati Jikri agar tidak melawan kepada orang tua. Namun, teguran tersebut justru menjadi bensin bagi amarah pelaku. Tanpa diduga, Jikri mengeluarkan sebilah pisau yang disembunyikan di balik bajunya dan langsung menyerang Pahri secara membabi buta.
Aksi kejar-kejaran sempat terjadi antara keduanya sebelum akhirnya pelaku berhasil melukai korban beberapa kali di area depan rumah. Pahri mengalami luka serius di bagian kepala, lengan kiri, dan dada kiri. Luka tusuk pada bagian dada kiri inilah yang dilaporkan menjadi penyebab utama kematian korban karena mengenai organ vital. Warga sekitar yang menyaksikan kejadian tersebut segera bertindak untuk mengamankan pelaku dan melarikan Pahri ke rumah sakit, namun sayangnya nyawa korban tidak dapat tertolong.
Pihak kepolisian yang tiba di lokasi kejadian langsung mengamankan Jikri beserta sejumlah barang bukti penting, termasuk sebilah pisau tanpa kumpang serta pakaian korban yang bersimbah darah. Saat ini, pelaku telah mendekam di sel tahanan Polres Hulu Sungai Selatan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Jikri terancam jeratan pasal pembunuhan yang akan membawanya ke balik jeruji besi dalam waktu lama akibat tindakan brutalnya terhadap keluarga sendiri.(*)
Editor : Indra Zakaria