Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Bocah SD di Pekalongan Gantung Diri Usai Ditegur Main HP

izak-Indra Zakaria • Jumat, 24 November 2023 - 23:53 WIB
Photo
Photo

Kasus bunuh diri yang dilakukan AKA, 10, salah satu siswa SD di Pekalongan, Jawa Tengah, kini menjadi sorotan publik dan pemerintah setempat. AKA diketahui mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di kamar, pada Rabu (22/11) lalu.

Penyebabnya, konon, bocah yang masih duduk di bangku kelas 5 SD itu merasa kecewa usai ditegur orang tuanya karena terus-terusan main HP.

Menelusuri perkara ini, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikdas Dindikbud) Kabupaten Pekalongan, Ipung Sunaryo, mendatangi kediaman korban dan keluarga pada Kamis (23/11).

Berdasarkan informasi yang didapatnya dari para guru korban di sekolah, alih-alih tampak pendiam dan murung sebagai indikasi keputusan bunuh diri, AKA justru dikenal sebagai anak yang ceria.

Bahkan beberapa jam sebelum kejadian, saat masih di sekolah, AKA tampak asik bermain dengan teman-temannya.

“Menurut para guru, sebelum kejadian, di sekolah anak ini (AKA) masih ceria, (juga) tidak ada persoalan apapun, dan bermain sama teman-temannya juga,” kata Ipung, dilansir dari Radar Semarang (Jawa Pos Group), Jumat (24/11).

Adapun kronologi kasus ini, mulanya AKA sempat ditegur karena terus-terusan main HP. Padahal, teguran itu sejatinya adalah perintah agar AKA makan siang.

“HP diminta ibunya. Lalu korban marah, lantas masuk kamar dan mengunci pintu,” kata Kasatreskrim Polres Pekalongan, AKP Isnovim. Selama beberapa waktu, korban tak keluar dari kamar. Sang ibu mengira, korban sedang tidur sehingga tak lagi mengeceknya. 

Kemudian saat sore hari, sang ibu hendak membangunkan AKA untuk berangkat mengaji. Diketuknya pintu kamar berkali-kali, namun tak kunjung ada jawaban. Merasa penasaran, sang ibu lantas mengintip AKA lewat celah pintu kamar. Ia pun terkejut melihat anaknya dalam kondisi tergantung dengan selendang yang diikat ke kusen jendela kamar. 

Ibu korban histeris dan mengundang para tetangga datang. AKA sempat dibawa ke puskesmas dengan harapan masih bisa diselamatkan, namun nyawanya tak tertolong.

“Kemudian pintu dibuka paksa, didapati korban sudah seperti itu (tergantung). Sempat dilarikan ke puskesmas, tapi ternyata sudah meninggal," jelasnya. (*)

Editor : izak-Indra Zakaria