TANJUNG SELOR - Menghadiri milad Perindo ke 6 di Hotel Grand Pangeran Khad di Tanjung Selor, Dr. H.Irianto Lambrie mengucapkan selamat atas usia Perindo yang semakin dewasa. Sehingga diharapkan dengan usia saat ini Perindo dapat menjadi partai politik yang dapat perubahan besar di masyarakat.
Selain itu, dalam pidatonya ia menyampaikan agenda saat ini diharapkan dapat membangun koordinasi dan korelasi antarpartai pengusung dan pendukung. Diharapkan dengan intensnya pertemuan tersebut dapat melahirkan solidaritas semakin erat.
"Koordinasi wilayah sebuah organisasi, terutama organisasi politik, salah satu tujuannya adalah melaksanakan mekanisme organisasi dalam rangka konsolidasi untuk menyamakan persepsi dan kinerja dari seluruh unsur organisasi itu," ujarnya, Senin (2/11).
"Diketahui, ada enam parpol pengusung yaitu Golkar, PKS, Nasdem, PAN, Perindo, dan PBB. Sementara partai pendukung yaitu PSI dan Partai Berkarya. Semoga kita tetap solid selamanya," sambungnya.
Ia menjelaskan, saat ini Kaltara tentunya memerlukan pemimpin yang berintegritas. Mengingat Kaltara merupakan provinsi termuda yang saat ini sedang tumbuh dengan segala keterbatasannya. Sehingga jika Kaltara dipimpin oleh orang yang salah maka Kaltara sulit mengejar ketertinggalan dari provinsi lain.
"Sekarang ini, Kaltara memerlukan orang-orang berintegritas, kalau tidak ada maka kita jangan berharap banyak. Karena saat ini Kaltara sedang mengejar provinsi lain. Sehingga dengan SDM berintergritas kita dapat menjangkau dengan cepat,"tuturnya
Selain itu, ia menekankan jika Kaltara harus dipimpin oleh sosok yang optimistis dan visionaris. Ia menceritakan, pengalaman saat menjabat 2015 lalu, dirinya sempat diprediksi kalah pada Pilgub 2015, namun atas keyakinan dan niat membangun Kaltara ia tetap maju dan memenangkan pilkada. Sehingga dengan kepemimpinan hampir 7 tahun Kaltara sudah mampu mengejar ketertinggalan.
"Waktu itu tahun 2015 semua lembaga survei menyatakan saya kalah, dalam pilgub yang diikuti dua paslon. Mulai dari Indobarometer, LSI, Indikator kalau kita punya mental kerupuk kita tidak akan maju. Tapi setelah perhitungan suara saya bisa memenangkan pemilu. Dengan kerja keras dan niat tulus tentu kita bisa mencapai sesuatu meski sekitar meragukannya," tukasnya.
Padahal, sejak itu ia memiliki peluang besar untuk memimpin provinsi lainnya. Namun, atas niatan membangun provinsi termuda di Indonesia tersebut sehingga ia tidak memanfaatkan peluang tersebut.
"Sebenarnya saya punya kesempatan jadi cagub di Kaltim. Besar sekali, tapi saya memilih maju di Kaltara karena saya mempunyai niat tulus untuk membangun Kaltara dengan kemampuan yang saya miliki," jelasnya.
Sementara itu, Ketua DPW Perindo Ruslan Arifin menegaskan, Perindo akan berupaya semaksimal mungkin dalam memenangkan paslon nomor urut 2 tersebut. Karena menurutnya, memenangkan paslon dukungan merupakan upaya menjaga marwah partai.
"Pada kesempatan ada saya sampaikan Perindo dan partai pengusung lainnya terus bekerja keras dalam memenangkan pasangan IRAW untuk melanjutkan pembangunan. Karena bagi kami, memenangkan paslon bagian dari keberhasilan partai. Karena ini menyangkut marwah partai tentunya kader perindo wajib membantu untuk memenangkan IRAW pada Pilgub 2020 ini," pungkasnya. (*/zac/ana)
Editor : anggri-Radar Tarakan