Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Waspada Vaksin Ilegal, Satgas Ingatkan Agar Tak Percaya Calo

Wawan-Wawan Lastiawan • Selasa, 25 Mei 2021 - 04:55 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Andi Sri Juliarty
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Andi Sri Juliarty

BALIKPAPAN - Mencuatnya kasus vaksin ilegal yang terjadi di satu daerah di Indonesia beberapa waktu lalu, menjadi alarm bagi Pemerintah agar lebih ketat dalam mengawasi pendistribusian vaksinnya, termasuk di Kota Balikpapan. Namun, tim satgas COVID-19 Balikpapan menjamin, bahwa pihaknya sudah menjalankan penberian vaksinasi kepada masyarakat sesuai petunjuk teknis.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Andi Sri Juliarty, menyampaikan, selama ini pendistribusian vaksin di Kota Balikpapan sudah terstruktur dengan rapi. Mulai dari informasi yang disampaikan oleh Provinsi soal vaksin yang tiba hingga penyebarannya di fasilitas kesehatan sudah dilakukan pengawalan ketat.

"Jadi dari instalasi farmasi kota juga didistribusi berdasarkan disposisi dari kami Dinkes, kemudian semua fasyankes yang melayani juga dilakukan monitoring," jelasnya.

Wanita yang sering disapa Dio ini melanjutkan, monitoring pemberian vaksin tak hanya sampai di situ saja. Setelah diberikan kepada masyarakat, jumlah tersebut kemudian diinput lagi melalui aplikasi.

"Jadi tidak ada jalur luar yang kami pakai. Kalau kami selalu menggunakan puskesmas dan rumah sakit daerah, yang jelas fasyankes yang sudah kami verifikasi lapangan dan selalu kami pantau," imbuhnya.

Menanggapi kejadian yang ramai tersebut, Dio pun memberikan tips bagi masyarakat agar tidak terjebak pada penggunaan vaksin ilegal.

"Jadi kepada masyarakat harus lebih peduli lagi kalau ada pelayanan vaksinasi diluar fasyankes. Karena di Balikpapan itu hanya ada satu centra vaksinasi massal, yaitu di Dome dan yang lainnya puskesmas. Dan kami selalu mengumumkan, sifatnya undangan mendaftar diaplikasinya Kominfo," tutur dia.

Ia juga mengingatkan, agar masyarakat tak mudah percaya dengan oknum yang menawarkan diri sebagai calo. Terlebih yang mengajak bukan dari tenaga kesehatan.

"Pokoknya yang penawarannya bersifat seperti calo, maka waspadalah," ucapnya.

Diketahui, dari data cakupan pemberian vaksinasi di Kota Balikpapan tercatat, kumulatif sebanyak 26,2 persen, lansia sebanyak 14,5 persen, petugas publik 27,7 persen, dan SDMK sebanyak 106,2 persen. Sementara untuk sasaran vaksinasi minggu ini, masih diprioritaskan lansia dan guru SMA. (rin/pro)

Editor : Wawan-Wawan Lastiawan
#kalimantan #balikpapan #kesehatan #kaltim