BALIKPAPAN – Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) resmi memaparkan capaian kinerjanya sepanjang tahun 2025 dalam jumpa pers akhir tahun yang digelar pada Selasa (30/12/2025). Di bawah kepemimpinan Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro, korps bayangkara ini berhasil mengungkap sederet kasus menonjol yang menyita perhatian publik.
Paparan ini menjadi bentuk transparansi kepolisian terhadap masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Bumi Etam. Dua kasus besar yang menjadi sorotan utama adalah pengungkapan jaringan narkotika internasional dan kasus pembunuhan berencana bersenjata api.
Sabu 33 Kg dari Malaysia
Pada April 2025, Polda Kaltim memutus jalur peredaran narkoba lintas negara dengan menangkap tiga warga negara Malaysia. Barang bukti berupa 33 kg sabu-sabu berhasil disita. "Ini bukti Kaltim menjadi sasaran jaringan internasional. Kami tidak akan memberi ruang sedikit pun," tegas Irjen Pol Endar.
Kasus Revolver di Samarinda
Pada Mei 2025, Polresta Samarinda berhasil membekuk 10 tersangka kasus pembunuhan berencana. Polisi mengamankan satu pucuk senjata api revolver beserta 21 amunisi aktif dalam operasi tersebut.
Kejahatan Siber Lintas Benua: Balikpapan ke Swedia
Polda Kaltim juga membuktikan ketajamannya di dunia digital. Tim Siber berhasil menangkap seorang tersangka asal Balikpapan yang terlibat kasus grooming dan sextortion (pemerasan seksual daring). Luar biasanya, korban kejahatan ini berada di Swedia. Kasus ini menegaskan bahwa kejahatan digital kini tidak lagi mengenal batas wilayah kedaulatan negara.
Di sektor tindak pidana korupsi, Polda Kaltim tengah mendalami dugaan penyimpangan pengadaan mesin Rice Processing Unit yang merugikan negara hingga Rp10,8 miliar.
Selain itu, upaya pembersihan ruang digital juga dilakukan dengan menindak tegas konten media sosial bermuatan perjudian pada Agustus 2025 lalu untuk menekan maraknya promosi judi daring di masyarakat.
Menutup laporan tahunannya, Kapolda Irjen Pol Endar Priantoro mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran serta dukungan masyarakat yang menjadi kunci keberhasilan pengungkapan kasus-kasus tersebut.
“Keberhasilan ini adalah hasil sinergi. Ke depan, kami akan terus memperkuat langkah pencegahan dan penindakan tegas di semua lini demi menjaga ketertiban Kalimantan Timur,” pungkasnya. (*)
Editor : Indra Zakaria