BALIKPAPAN – Insiden kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di Kota Balikpapan akibat kendaraan besar yang parkir tidak pada tempatnya. Sebuah truk tronton roda sepuluh diketahui memakan badan jalan di kawasan Jalan Yos Sudarso, atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai Jalan Minyak, sehingga mengganggu arus lalu lintas dan mengakibatkan kecelakaan pada Rabu pagi.
Peristiwa laka lantas ini terjadi sekitar pukul 05.40 Wita, saat kondisi di sekitar lokasi kejadian masih cukup gelap. Sebuah angkutan kota nomor 1 mengalami kerusakan parah pada bagian depan setelah menghantam bagian belakang truk tronton yang sedang terparkir di bahu jalan tersebut.
Kasat Lantas Polresta Balikpapan, Kompol Muhammad Dahlan Jauhari, mengonfirmasi insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa kendaraan yang terlibat adalah Suzuki ST 150 Futura dengan nomor polisi KT-1364-AK dan truk tronton Nissan CDA 320 bernomor polisi B-9682-IG. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara, angkot tersebut awalnya datang dari arah Karang Anyar menuju kawasan Kilang Minyak.
Saat melintas di jalur yang lurus dengan kontur tanjakan landai, pengemudi angkot diduga tidak menyadari keberadaan truk bermuatan kayu yang berhenti di badan jalan. Karena jarak yang sudah terlalu dekat, benturan tidak dapat dihindarkan. Bagian depan angkot menabrak sudut belakang sebelah kanan truk tronton tersebut hingga mengakibatkan bodi kendaraan ringsek.
Meskipun kerusakan kendaraan tergolong berat, pihak kepolisian memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Pengemudi dan penumpang angkot dilaporkan selamat dan berhasil menghindari benturan yang lebih fatal. Adapun kerugian material akibat kejadian ini diperkirakan mencapai Rp8 juta.
Kompol Dahlan Jauhari menegaskan bahwa penyebab utama kecelakaan ini adalah posisi truk tronton yang diparkir di badan jalan sehingga menghalangi ruang gerak pengguna jalan lainnya. Pihaknya kembali mengimbau kepada para sopir kendaraan berat agar tidak memarkirkan kendaraannya di area terlarang atau badan jalan demi menjaga keselamatan bersama.(*)
Editor : Indra Zakaria