Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) mulai merealisasikan pembangunan jalan alternatif Kelay–Wahau melalui Jalan Lingkar Dalam Kelay. Jalur ini disebut sebagai solusi atas kondisi jalan lama yang kerap mengalami kerawanan seperti longsor dan sempitnya badan jalan akibat kontur perbukitan.
Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Benny Sepriady Panjaitan, mengatakan bahwa proyek ini telah dirintis sejak dua tahun terakhir, dan merupakan bagian dari rencana lama yang sempat tertunda akibat pandemi Covid-19.
Sebelumnya, pembangunan jalur lingkar luar Kelay sempat menjadi wacana, namun kini dipilih jalur lingkar dalam sebagai alternatif yang dinilai lebih memungkinkan secara teknis.
“Target panjangnya 90 kilometer, dan ini memang ditujukan untuk memotong waktu tempuh yang selama ini cukup lama dan melewati jalur rawan. Kalau jalur ini selesai, dari Kampung Tumbit ke Kampung Merapun bisa ditempuh hanya dalam satu jam saja,” jelas Benny.
Jalur alternatif ini dirancang dengan geometrik jalan yang lebih baik dan lurus, sehingga memungkinkan kendaraan melaju lebih cepat dan aman.
Rute yang disiapkan melintasi Tumbit Dayak, Long Lanuk, Merasa, Muara Lesan, dan tembus ke Merapun, dengan jalur yang sebagian besar melewati kawasan hutan di belakang Kampung Muara Lesan. “Kalau proyek ini rampung sepenuhnya, maka dari Kelay ke Wahau hanya perlu waktu sekitar 2,5 jam. Ini jelas akan meningkatkan konektivitas antardaerah,” tambah Benny.
Terkait anggaran, Benny memperkirakan kebutuhan dana akan mencapai lebih dari Rp 100 miliar. Hal ini dikarenakan jalan akan dibangun dengan kualitas tinggi, menggunakan lapisan dua atau bahkan langsung dengan rigid pavement, menyesuaikan kebutuhan dan peruntukannya yang lebih banyak untuk kendaraan ringan.
Untuk mendukung pembiayaan, DPUPR Berau akan mengupayakan bantuan keuangan (Bankeu) dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Jika kondisi anggaran telah stabil, tak menutup kemungkinan pihaknya juga akan mengusulkan dukungan dari APBN.
Namun, ia mengakui bahwa persoalan pembebasan lahan masih menjadi tantangan, mengingat anggaran untuk hal tersebut belum tersedia. Meski demikian, pihaknya berharap masyarakat dapat memberikan dukungan karena jalan ini diperuntukkan bagi kepentingan umum.
“Ini untuk kebaikan bersama, kita harapkan masyarakat bisa memahami bahwa jalur ini akan sangat bermanfaat dalam jangka panjang,” tegas Benny.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Berau, Fendra Firnawan, membenarkan bahwa rencana pembangunan jalan Kelay–Wahau melalui lingkar dalam telah mulai dibahas sejak dua tahun lalu dan kini tengah dikerjakan secara bertahap.
“Semua proses dilakukan bertahap, kita ingin masyarakat memiliki akses jalan yang layak dan aman. Ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi menyangkut pertumbuhan ekonomi dan kemudahan akses antarwilayah,” kata Fendra.
Nantinya, ketika berfungsinya jalur ini di masa depan, diharapkan akses logistik dan mobilitas warga akan semakin efisien, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di wilayah pedalaman Berau. (sen/sam)
Editor : Indra Zakaria