PROKAL.CO, KELAY – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), meninjau kondisi infrastruktur dan menyalurkan bantuan ke Kecamatan Kelay harus tertunda.
Baca Juga: Mengaku Karyawan Leasing, Pria di Samarinda Rampas Motor, Kini Berakhir di Penjara
Rombongan yang dipimpin Wakil Bupati Berau, Gamalis, pada Jumat (2/5/2025), itu harus menghentikan perjalanan karena banjir yang merendam akses utama ke empat kampung di kawasan tersebut.
Gamalis menjelaskan, kunjungan ini awalnya dijadwalkan sebagai bagian dari agenda evaluasi sarana dan prasarana wilayah.
Termasuk penyaluran bantuan ke Kampung Long Duhung, Long Lamcin, Long Pelay, dan Long Keluh.
Ia saat itu didampingi asisten I serta sejumlah kepala instansi teknis, termasuk dari Dinas PUPR Berau.
Baca Juga: WNA Hilang Saat Menyelam di Perairan Pulau Kakaban, Tim SAR Lakukan Pencarian
Namun, perjalanan yang ditempuh melalui Jalan Poros Batu Rajang–Long Lamcin menemui kendala.
Banjir dengan kedalaman bervariasi, antara 30 hingga 150 centimeter merendam beberapa titik jalan.
Setelah berhasil melewati tiga genangan, di titik keempat kendaraan rombongan tak lagi bisa melanjutkan perjalanan.
Sebuah mobil lapangan milik DPUPR mogok setelah dua pertiga bodinya terendam air. Perjalanan pun dihentikan.
Baca Juga: 118 KK Belum Dapat Hak Lahan, DPRD Kaltim Carikan Solusi
“Karena kondisi yang tidak memungkinkan, kita balik kanan (kembali),” ujar Gamalis.
Meski terhambat, ia menegaskan peninjauan ini tetap menjadi prioritas.
Selain menyalurkan bantuan bagi warga terdampak banjir, kunjungan ini ditujukan untuk melihat secara langsung kondisi jembatan dan jalan yang menurut laporan warga mulai mengalami kerusakan berat.
Beberapa di antaranya bahkan tidak bisa dilintasi akibat material kayu yang terkikis arus.
Baca Juga: Ke Karang Paci, Mahasiswa Unmul Desak DPRD Usut Perambahan KHDTK
“Kami ingin melihat langsung, agar bisa tentukan penanganan yang paling tepat,” katanya.
Meski gagal mencapai tujuan akhir, Pemkab Berau memastikan bahwa bantuan bagi warga tetap disalurkan melalui pemerintah kampung dan kecamatan.
Sementara itu, jadwal kunjungan ulang sedang disusun agar evaluasi teknis tetap dapat dilakukan secepatnya.
Terpisah, Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan, DPUPR Berau, Junaidi, menjelaskan tahun ini pihaknya telah menyiapkan paket pekerjaan rehabilitasi untuk jalan poros Batu Rajang–Long Lamcin.
Dari total panjang jalan poros sekitar 85 kilometer, sebanyak 15 kilometer akan ditangani tahun ini.
Baca Juga: Perkuat KIP, Diskominfo Kaltim Ajak Wartawan Pahami Hak Publik atas Informasi
Pada ruas jalan tersebut, terdapat dua jembatan besar dengan bentangan mencapai 30 meter, dan 15 titik jembatan aramco dengan bentang 4 hingga 6 meter yang akan diperbaiki.
“Saat ini sedang tender (lelang), perkiraan kalau tidak akhir Mei atau awal Juni sudah mulai pekerjaan,” terangnya.
Dijelaskannya, dua pertiga dari pagu anggaran Rp 19 miliar dialokasikan khusus untuk perbaikan jembatan yang kondisinya paling parah.
Beberapa jembatan yang dibangun dari kayu log dilaporkan rusak karena terjangan banjir.
Baca Juga: BRI Dukung Tangkal Kawung, UMKM Gula Aren Asal Banten Siap Ekspor ke Korea Selatan
Selain itu, elevasi badan jalan yang rendah membuat beberapa ruas mudah tergenang, sehingga membutuhkan pekerjaan peninggian.
“Tadi kami lihat langsung, memang harus ditinggikan. Tapi itu masih wilayah Segah dan kawasan KBK. Kita akan koordinasi dengan kampung dan pihak perusahaan yang beroperasi di sana,” tambahnya. (sen/far)