Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Ekspor Ikan Kerapu dari Kabupaten Berau Sedang Lesu, Penyebabnya Ini

Redaksi • Sabtu, 12 Juli 2025 - 17:29 WIB
ILUSTRASI: Ekspor ikan kerapu hidup dari Kabupaten Berau mengalami penurunan pada pertengahan 2025 ini.
ILUSTRASI: Ekspor ikan kerapu hidup dari Kabupaten Berau mengalami penurunan pada pertengahan 2025 ini.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Ekspor ikan kerapu hidup dari Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), sedang lesu.

Trennya turun pada semester pertama tahun 2025.

Komoditas ini punya potensi tinggi, sayangnya, terbatasnya akses pengiriman menjadi kendala utama.

Padahal kapal tersebut sudah berada di lokasi sejak 6 Mei 2025.

“Biasanya kami kirim (ekspor ikan kerapu) pakai kapal, tapi sejak awal tahun ini tidak bisa. Kapal dari Hong Kong sudah standby di Batu Putih sejak 6 Mei, dan sampai sekarang belum bisa kembali,” ujarnya.

Sebagai alternatif, ekspor dialihkan melalui jalur udara. Tapi pengiriman lewat pesawat menghadirkan persoalan baru.

Selain biaya operasional yang tinggi, kapasitas pengiriman juga sangat terbatas.

“Kalau pakai pesawat, satu koli itu hanya bisa muat 25 kg. Tapi airnya saja sudah 20 kg, jadi hanya 5 kg ikan yang bisa dikirim,” jelasnya.

Kondisi ini berimbas pada harga jual. Jika sebelumnya ikan hidup jenis kerapu bisa dijual hingga Rp 250 ribu per kg, kini harganya turun menjadi sekitar Rp 150 ribu.

Penurunan harga ini membuat nelayan merugi karena biaya produksi tidak sebanding dengan hasil penjualan.

Baca Juga: Korban Banjir di Kabupaten Berau Berpeluang Dapat Bantuan Rumah dari Pemerintah Pusat, tetapi Ada Syaratnya, Ketat  

Tak hanya itu, keterlambatan pengiriman juga menyebabkan ikan tidak bisa bertahan lama.

Beberapa kelompok nelayan bahkan melaporkan kerugian akibat kematian ikan yang gagal dikirim.

“Kami menerima laporan dari nelayan bahwa sekitar delapan ton ikan mati karena tidak bisa diekspor lewat kapal,” beber Yunda.

Pihaknya tetap melakukan pngawasan terhadap aktivitas ekspor seperti biasa, yang melibatkan petugas pengawas perikanan, bea cukai, dan imigrasi.

Baca Juga: Penderita Diabetes, Perhatikan 5 Makanan Ini Bantu Cegah Stabilkan Gula Darah

Namun, persoalan utama terletak pada akses transportasi laut yang hingga kini belum kembali normal.

Pihaknya mendapat informasi bahwa hambatan pengiriman ini berkaitan dengan situasi perdagangan global yang berdampak pada pergerakan kapal dari Hong Kong.

“Katanya ini karena perang dagang, jadi kapal dari Hong Kong itu tidak bisa kembali. Kami berharap ini bisa segera diatasi, karena kalau terus begini, sektor perikanan ekspor kita bisa semakin terpuruk,” tuturnya. (aja/far)

Editor : Faroq Zamzami
#berau #Ikan Kerapu #hong kong #ekspor #kaltim