Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Sulap Batung Batulis Menjadi Tongkrongan

miminradar-Radar Banjarmasin • Sabtu, 20 Juni 2020 - 20:13 WIB
Bisnis perhotelan yang dikelola PT Bangun Banua selama ini seakan mati suri. Perusahaan pelat merah itu akan membangun kafe di lantai atas Hotel Batung Batulis.
Bisnis perhotelan yang dikelola PT Bangun Banua selama ini seakan mati suri. Perusahaan pelat merah itu akan membangun kafe di lantai atas Hotel Batung Batulis.

BANJARMASIN - Bisnis perhotelan yang dikelola PT Bangun Banua selama ini seakan mati suri. Perusahaan pelat merah itu akan membangun kafe di lantai atas Hotel Batung Batulis.

Alasan pengelola memilih kafe, karena lokasi di Jalan Sudirman sangat strategis. Pemandangan Sungai Martapura juga cocok untuk menarik anak muda, bahkan turis.

Mereka bisa bersantai sambil menikmati anak Sungai Barito tersebut. Terlebih berada di pusat kota dan bertetangga dengan Masjid Raya Sabilal Muhtadin.

“Kami akan buat kafe di lantai atas untuk tempat nongkrong anak muda,” ungkap Direktur Utama PT Bangun Banua Bayu Budjang seusai pertemuan dengan Komisi II DPRD Kalsel, kemarin (19/6).

Bayu menambahkan, selama ini jumlah tamu yang menginap cukup minim. Salah satu penyebab adalah sarana hotel yang kurang memadai. Makanya perlu banyak pembenahan.

Selain pembenahan, Bayu juga sudah menyiapkan program promosi. Seperti menjalin kerja sama dengan berbagai instansi yang ingin menggelar event. Kemudian, bagi para tamu yang menginap di hotel akan mendapatkan panduan gratis ke berbagai objek wisata Banua.

“Kami kasih paket program wisata untuk yang bermalam di Batung Batulis,” tambahnya bersemangat

Dia optimis, dengan promosi dan pembenahan, mampu mendongkrak pemasukan hotel yang selama ini hanya Rp 500 juta setahun. Tak tanggung-tanggung, ia berani memasang target setora PAD sampai dua kali lipat.

“Selama ini, pemasukan daerah di bawah target. Setelah direnovasi, kami targetkan Rp100 juta sebulan. Artinya setahun Rp1,2 miliar," cetusnya.

Terobosan perusda itu mendapat dukungan Komisi II DPRD Kalsel. "Komisi II mendukung perusda untuk meningkatkan pendapatannya," kata anggpta dewan HM Yani Helmi.

Selama ini penyumbang terbesar pendapatan asli daerah bagi Kalsel hanya Ambapers, sedangkan perusda lainnya masih minim.

Ditegaskannya, perusda harus mencari peluang usaha baru. Dia yakin, dewan akan mendukung. "Harusnya bisa dikembangkan, karena penyetoran deviden terbesar saat ini baru Ambapers," pungkasnya. (gmp/fud/ema)

Editor : miminradar-Radar Banjarmasin
#bisnis hotel #bisnis wisata