Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Terdampak Corona, 45 Hotel di Provinsi Ini Tutup

izak-Indra Zakaria • Sabtu, 4 April 2020 - 19:23 WIB
ilustrasi
ilustrasi

BATAM - Sektor pariwisata Kepri benar-benar babak beluh dihantam covid-19. Jumlah hotel, restoran, dan tempat wisata lainnya yang tutup sementara terus bertambah. Untuk hotel saja, hingga Jumat (3/4) sudah 45 hotel, mulai hotel hotel bintang 2 hingga hotel bintang 5. Di Batam saja, hotel yang tutup sementara berdasarkan data PHRI Batam ada 13 hotel. Namun, berdasarkan data PHRI pusat sudah 17 hotel. Ditambah satu hotel bintang lima yang belum masuk daftar namun sudah melapor ke Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam, maka menjadi 18 hotel.

Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Batam, Muhammad Mansur, membenarkan makin banyaknya hotel memilih tutup sementara karena sepinya tamu sejak covid-19 mewabah.  "Dengan kondisi sekarang, bisa saja data (hotel tutup, red) ini terus bertambah," kata dia. 

Tidak hanya hotel, restauran juga terdampak. Namun PHRI belum mengantongi data restoran yang tutup. Tapi pantauan PHRI, sudah banyak restoran yang tidak beroperasi. 

"Kalau hotel tutup apalagi restoran. Kita bisa lihat langsung di lapangan. Karena itu pertemuan orang ramai," ungkapnya. Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam, Raja Azmansyah menyebutkan, ia baru mendapat dua laporan terkait hotel yang sementara waktu tidak menerima tamu.  

"Kami baru dapatkan informasi dua. Montigo dan Aston. Bintang lima dan bintang empat," kata dia. Ia menyebutkan, dua hotel ini telah tutup sejak 23 Maret lalu. Ia tidak bisa memastikan kapan kondisi ini berlangsung. Namun ia berharap, setelah April, aktivitas sudah berangsur membaik. 

"Ini yang kita semua harapkan, Covid-19 ini cepat berlalu," ucapnya. Pihaknya telah menurunkan tim untuk mengecek langsung aktivitas hotel tersebut di lapangan. Termasuk untuk mengetahui hotel mana yang tutup sementara waktu. "Saya sudah keluarkan nota dinas agar tim bisa turun ke lapangan. Sudah dua hari berjalan, kami akan mendata dulu," ujarnya.

Prihal insentif pengganti pajak hotel dan restoran dari pusat, Raja mengatakan sampai saat ini belum ada kebijakannya. "Yang disampaikan Menkeu tentang rencana insentif hotel dan restoran kan itu dulu. Muncul sebelum pandemi covid-19. Kemudian pembahasannya close, tidak ada lagi. Justru yang dikeluarkan PMK tentang PPh lebih ke orang. Jadi memang belum ada kebijakan turunannya, karena regulasi belum turun dari pusat," ungkap dia.  

Pariwisata Bintan juga terdampak luar biasa covid-19. Data yang diperoleh Batam Pos, terdapat 11 hotel dan tujuh usaha lain yang bergerak di sektor pariwisata di Kawasan Wisata Lagoi, Bintan, tutup untuk sementara waktu. Antara lain; Anmon Resort Bintan tutup mulai 22 Maret 2020 sampai pemberitahuan selanjutnya. Natra Resort by Tribute Portfolio dan Treasure Bay-Chill Cove Atraction tutup mulai 1 April sampai pemberitahuan selanjutnya.

Kemudian, Bintan Lagoon Resort (BLR) tutup selama satu bulan, mulai 1-30 April. Club Med juga tutup mulai 23 Maret sampai 30 April. Selanjutnya, Doulos Phos The Ship Hotel mulai tutup 25 Maret sampai 30 April 2020. Menyusul lima hotel di Lagoi tutup selama dua bulan mulai 1 April-31 Mei, yakni Nirwana Resort Hotel, Nirwana Beach Club, Banyu Biru, Grand Lagoi Hotel by Nirwana Gardens, dan The Shancaya.

Selain itu, Safari Lagoi dan Eco Farm juga tutup mulai 20 Maret sampai 30 April 2020. Marine Life Discovery Park tutup sejak 20 Februari sampai adanya pemberitahuan selanjutnya. Marine Cafe dan Mama B @Plaza Lagoi tutup 19 Maret sampai 30 April 2020.

Kemudian Helo-helo Cafe tutup mulai 1 April sampai akhir April atau Mei. Restauran lain di Lagoi Bay yakni Idola Cafe, Cek Bakar, Lamak Basamo juga tutup sampai akhir April atau Mei. Shuttel Bus Resort Plaza Lagoi juga tutup mulai 20 Maret sampai 30 April.

 Sedangkan hotel yang masih buka normal yakni Banyan Tree Bintan, Holiday Indah Pantai Indah Bintan, Lagoi Bay Villa, Mayang Sari Beach Resort, Ria Bintan Golf Club, Angsana Bintan, dan Cassia Bintan.

Kemudian Plaza Lagoi Info Centre tetap buka setiap hari mulai sekitar pukul 08.00 WIB sampai dengan sekitar pukul 19.00 WIB. Rumah Imaji buka setiap hari mulai pukul 10.00 WIB sampai dengan sekitar pukul 19.00 WIB dan Lagoi Bay Beach Watersports buka setiap hari mulai sekitar pukul 09.00 WIB sampai dengan sekitar pukul 18.00 WIB. Warung Yeah dan Yeah Mart tetap buka seperti biasa.

 Kadisbudpar Bintan, Wan Rudy Iskandar, membenarkan karena sebagian besar hotel sudah tidak ada tamu lagi. "Sebaiknya cek ke BRC," ujarnya. Kadisnaker Bintan, Indra Hidayat mengatakan, tutupnya operasional hotel di Lagoi belum diterima informasinya. Akan tetapi, dia mengakui ada beberapa perusahaan yang akan merumahkan karyawannya.

 "Sudah ada yang konsultasi, namun baru sebagian yang mengirimkan surat dan data karyawannya," kata dia. Adapun delapan perusahaan yang sudah melayangkan surat akan merumahkan karyawan yakni PT Bintan Onbase Resort. Kemudian PT Starjet Group terdiri dari PT Starjet Operations Bintan, PT Starjet Mandiri Bintan, PT Starjet Food Bintan, PT Starjet Mandiri Bintan, PT Starjet Travel Bintan, dan PT Starjet Wellness Bintan.

Kemudian, PT Arty Bintan Hotel, PT Bintan SPA Villa, PT Bakri Karya Sarana, PT Pulau Cempedak, PT Alam Indah Bintan (Nirwana Gardens) dan PT Bali Holiday (Club Med). 

Group General Manager (GGM) PT Bintan Resort Cakrawala (BRC), Abdul Wahab, membenarkan sejumlah hotel dan usaha lain yang bergerak di sektor pariwisata tutup sementara.Berhentinya operasional hotel untuk sementara disebabkan menurun drastis tingkat hunian hotel.Kendati sejumlah hotel di Lagoi tutup sementara, namun Abdul Wahab memastikan tidak ada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

 "Karyawan dirumahkan saja," kata Abdul Wahab. 

Karyawan hotel, kata dia, karyawan masih datang dan bekerja di hotel seperti biasa. Namun tidak semua pekerja masuk bekerja melainkan 50 persen saja pekerja masuk bekerja. Untuk hotel yang masih beroperasi, dia mengatakan, okupansi lebih kurang dari 1 persen dan tamu yang datang untuk menginap merupakan turis lokal. "Tamu seputaran Indonesia saja," kata dia.

 Dengan menurunnya tingkat hunian, bagaimana pengoperasian feri Lagoi-Singapura dan sebaliknya, ia menjawab feri Lagoi-Singapura dan sebaliknya masih beroperasi. "Masih tetap seminggu sekali, tiap hari Rabu," kata dia.  

Saat ini, pihaknya terus melakukan standar operasional prosedur (SOP) dalam pencegahan virus corona dengan memeriksa suhu tubuh pengunjung baik yang masuk lewat darat maupun lewat laut di Pelabuhan Bandar Bentan Telani (BBT). 

GM Banyan Tree Hotel and Resort yang membawahi Cassia Bintan dan Angsana Bintan, Alpha Eldiansyah mengatakan, Cassia Bintan dan Angsana Bintan masih tetap beroperasi. 

"Kita masih buka, semua booking channels masih kita buka," katanya. "Hari ini kita ada (terima tamu) 5 kamar di Cassia. Tamu Indonesia," tambahnya. 

Diakuinya, paket promo yang ditawarkan setiap hotel dan resort sebenarnya menarik. Akan tetapi situasi dan kondisi saat ini memang berat. Terlebih, kata dia, jalur masuk tamu sudah hampir tertutup. 

"Wisman saat ini tidak mungkin menginap di Bintan atau wilayah Indonesia lainnya. Wisatawan lokal pun jarang karena sebagian besar mengisolasi diri," kata dia. "Jadi memang musti sabar tunggu kondisi membaik". 

Sementara, pengurus PHRI Bintan, Trizno Tarmoezi, juga membenarkan sejumlah hotel dan usaha yang bergerak di sektor pariwisata di Kawasan Wisata Lagoi tutup sementara. "Betul, karena tidak ada tamu," kata dia. Diakuinya juga, sejumlah hotel di Lagoi telah merumahkan karyawannya. Akan tetapi, jumlah karyawan yang dirumahkan masih terus didata.* 28 Karyawan di PHK, 897 orang Dirumahkan

 Di Tanjungpinang, penyebaran virus corona (Covid-19) mulai berdampak kepada ratusan pekerja dirumahkan dan di Putuskan Hubungan Kerja (PHK).

 Kepala Dinas Ketenagakerjaan Koperasi dan Usaha Mikro Kota Tanjungpinang, Hamalis menjelaskan hingga Jumat 3 April 2020, tercatat sebanyak 897 karyawan dari 17 perusahaan yang melakukan kebijakan merumahkan karyawannya dan empat perusahaan yang melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

 "Data hingga hari ini jam 11.30 WIB terdapat 21 perusahaan yang sudah melaporkan," kata Hamalis, Jumat (3/4). Hamalis memaparkan, 21 perusahaan itu adalah Hotel Plaza merumahkan sebanyak 84 karyawan, PT Bintan Pantai Impian 39 karyawan, Hotel Pelangi Tanjungpinang 52 karyawan, Hotel Panorama 11 karyawan, Hotel Furia 19 orang, Hotel Aston merumahkan 66 karyawan dan PHK 18 karyawan.

 Selanjutnya, Hotel Sampurna Jaya merumahkan karyawan sebanyak 17 orang, Hotel Bintan Lumba-lumba INN sembilan orang dan Travel Lumba-lumba INN satu orang. CV Halim Perdana 38 karyawan, Bioskop XXI Tanjungpinang 40 orang, PT Ramayana Lestari Sentosa 110 orang.

 Masih dijelasakan Hamalis, Comforta Hotel Tanjungpinang merumahkan 61 karyawan, Hotel Paradise 13 orang, Oceanna SPA dan Refleksi 12 orang, Kaputra Hotel merumahkan sebanyak 25 dan PHK enam orang, Hotel Caras merumahkan 13 dan PHK satu orang, PT Bintan Permata Beach Resort merumahkan 52 karyawan dan PHK tiga orang.  

Hotel Melin merumahkan 45 karyawan, Hotel CK dan Convention Center merumahkan 100 karyawan serta Bintan Paradise SPA merumahkan 63 karyawan. "Sebagian besar yang dirumahkan adalah karyawan hotel karena pengunjungnya sangat sepi," ungkapnya.  

Kemudian, saat ditanya nasib para karyawan yang dirumahkan dan di PHK akibat virus corona, Hamalis menjelaskan akan ada program khusus dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) akan memberikan pelatihan kerja. "Mereka akan dilatih lagi dan ada uang sakunya," katanya.

 Namun untuk data yang akan mengikuti pelatihan itu pihaknya masih menghimpun data dan menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pusat tentang pelaksanaannya. "Nah, untuk pelaksanaanya kita masih tunggu juknis, apakah jalur online atau bagaimana, karena pelatihan itu akan mengumpulkan banyak orang sementara kondisi belum memungkinkan," sebutnya.

 Anggota Komisi 2 DPRD Kepri yang membidangi perenomian, Rudy Chua, mengatakan, data hotel yang tutup yang ia dapat dari PHRI pusat akan terus bertambah. "Yang saya kirim tadi itu data per 1 April, pasti akan terus bertambah," ujarnya. Legislator yang juga pebisnis perhotelan ini mengatakan, berdasarkan laporan dari manajemen hotel yang memilih tutup sementara, pilihan menutup sementara adalah yang terbaik untuk menekan biaya operasional.

 "Biaya operasional tinggi sekali. Dengan tutup sementara, dari listrik saja sudah bisa hemat karena dimatikan," ujarnya. Gelombang penutupan hotel dan tempat wisata lainnya maupun bidang usaha lainnya diperkirakan Mei mendatang. "Beberapa masih bertahan karena kasihan karyawan, tapi Mei akan jadi puncaknya," ujar Ruy Cua, kemarin petang. (*batampos)

Editor : izak-Indra Zakaria