Melalui ekosistem besar, Gojek menghidupkan UMKM dan mitra setianya. Pun mempelopori GoGreener untuk mendukung pelestarian alam dan mengurangi emisi karbon.
TING. sebuah notifikasi masuk diiringi getar dari HP android milik Suparmin. Lelaki 54 tahun tersebut baru saja mengantar konsumen yang memesan GoRide. Dirinya membuka layar HP yang terpasang pada holder dekat spion. Jarinya langsung menerima pesanan GoFood tersebut.
Konsumen memesan paket ayam bakar madu dan onde-onde rainbow di Cake SalaKilo. Lokasi tak jauh dari tempatnya singgah. Matahari tengah tinggi. Pukul 11.13 Wita, Suparmin tiba di pusat oleh-oleh yang berada di kawasan Pasar Buton Km 4,5, Batu Ampar, Balikpapan Utara. Di teras depan bangunan ruko itu, orang-orang tampak ramai sibuk menerima pesanan.
Setelah memarkirkan motor matik berwarna hitam miliknya, Suparmin lantas menuju seorang perempuan yang mengenakan jilbab hitam berpadukan outwear sembari menunjukkan layar HP-nya. “Sudah jadi pak, tinggal diambil saja,” ungkap Riswah Yuni. Perempuan yang akrab disapa Yuni itulah pemilik Cake SalaKilo.
Tak sampai 5 menit, ayam bakar madu tersebut siap di take away. Cukup menggunakan GoPay tanpa harus lagi mengeluarkan uang cash. Prosesnya juga singkat tanpa harus menunggu lama. Belum lagi potongan diskon yang didapatkan membuat konsumen lebih hemat.
Yuni dengan ramah menyerahkan paper bag berisikan pesanan konsumen kepada Suparmin. Lelaki dengan jaket khas Gojek bernuansa hijau itu tersenyum dan mengucapkan terima kasih, kemudian pergi mengantarkan pesanan ke alamat sang konsumen.
Teras ruko milik Yuni itu khusus digunakan untuk menjajakan makanan berat. Konsumen bisa langsung menikmati hidangan di tempat, karena telah tersedia deretan meja, bangku hingga alat makan. Sedangkan bila masuk ke dalam ruko, terdapat etalase yang menampilkan produk-produk hasil olahan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Balikpapan.
Memberi wadah, Yuni ingin berbagi kepada ‘pejuang’ UMKM yang tengah meniti usaha. Ragam camilan, kue, kopi sampai racikan sambal dititipkan dan dapat dibeli di sini. Tak asal menjajakan kue, Cake SalaKilo juga memproduksi kue sendiri. Di lantai dua terdapat area cooking class yang ramai pula dijadikan pusat belajar memasak oleh Yuni.
Absah berlegalitas di bawah CV Serai Wangi Makmur Abadi, Cake SalaKilo kepunyaan Yuni tersebut telah dirintis 10 tahun lalu. Atau sejak 2012. “Tahun 2015, awal Gojek masuk Balikpapan saya putuskan buat bergabung,” ucap istri dari Odik Effendi itu.
Mula-mula, sebelum menempati ruko, Yuni berjualan dari rumah. Hunian pribadinya berada di Perumahan Griya Permata Asri. Letaknya jauh dari jalan raya. Belum lagi banyak gang serta jalan berkelok membuat pembeli sering tersesat. Akan tetapi, semenjak menjadi mitra GoBiz, masalahnya teratasi.
Kepada awak media, ibu dari Nikita June Putri Effendi dan Muhammad Al-Banna Putra Effendi itu berbagi cerita. Dengan nada penuh semangat, dia mengungkapkan pengalamannya selama 7 tahun bersama Gojek. Yuni adalah orang yang begitu antusias, awal mengetahui keberadaan kantor Gojek di Balikpapan, ia memutuskan buat datang sendiri. Segera mungkin menginginkan bergabung di perusahaan penyedia layanan on-demand itu.
Ia memberi apresiasi tim Gojek. Kecekatan dan proses pendaftaran usahanya begitu cepat. Jelang sehari tim datang ke rumah Yuni untuk menentukan titik Google Map. Itulah yang membuat pembeli maupun driver tidak lagi berputar-putar buat menemukan lokasi berjualannya. Gojek pun selalu meningkatkan layanan, sehingga mitra seperti halnya Yuni juga semakin mudah mengoperasionalkan akun GoBiz mereka.
“Sebagai pelaku UMKM, bayangin rumah di dalam gang mana susah ditemukan, tetapi dengan titik akurat Gojek tadi mempermudah driver. Terus belum lagi bila memaksakan diri buat sewa dan biaya yang harus dialokasikan itu besar. Nah, tapi bila kita bermitra dengan Gojek, ternyata tidak butuh lokasi di pinggir jalan dan menyewa ruko dengan harga mahal, karena dari rumah saja bisa jualan menggunakan Gojek,” bebernya.
Menjadi mitra Gojek, bagi Yuni ialah kesempatan emas. Selain menawarkan promo bagi mitra, terdapat pula edukasi ataupun pelatihan. Sering ia mengikuti, membuatnya semakin tercerahkan. Pun Gojek memberikan panggung kepada para mitra, agar bisa berkembang serta menjalin komunikasi dengan banyak mitra lainnya.
Ia pun bergabung ke dalam Komunitas Partner GoFood (Kompag). Lebih dari sekadar teknologi untuk mendukung pertumbuhan bisnis mitra. Manfaat bergabung di Kompag, mitra bisa mengikuti program mentorship seputar bisnis kuliner, pengembangan skala bisnis dan pengembangan platform jejaringan.
Alasan lain yang membuatnya senang menjadi mitra Gojek, yakni transparansi. Dia bisa mengetahui jumlah pemasukan yang didapatkan secara akurat. Menggunakan sistem cashless dari GoPay/Gojek PayLater juga menghindarkannya dari uang palsu.
GOGREENER
Membuka peluang baru dan menjaring sumber daya manusia (SDM), lama-kelamaan Cake SalaKilo semakin naik pamor. Yuni memutuskan pindah berjualan. Dia membeli ruko yang kini ditempatinya. Tepatnya 2018 lalu. Khusus untuk menjalankan bisnisnya. Ramai pesanan dan orang silih bertandang membuatnya membutuhkan pekerja.
Memberi manfaat bagi orang lain, sesuai visinya, Yuni berharap Cake SalaKilo bukan cuma mengangkat makanan khas Kota Minyak namun juga bermanfaat bagi lingkungan. Bahkan, di balik musibah pandemi ada hikmah tersendiri. Periode itu, dia tidak memangkas pekerjanya yang berjumlah 10 orang.
Pagebluk, 2020-2021, masyarakat dinilai lebih konsumtif. Pesanan GoFood mengalami kenaikan mencapai 70 persen. Belum pernah terjadi. Inilah yang dikatakannya sebagai berkah. Wabah Covid-19, ia masih mendulang profit dan tetap mampu menggaji karyawan.
“Keuntungan yang didapatkan bukan sekadar materi, tapi ilmu, pengalaman dan rekan-rekan baru. Saya bisa berkenalan dengan banyak sekali orang, baik pembeli, organisasi sampai ke pemerintahan. Termasuk orang-orang yang membutuhkan pekerjaan dikarenakan PHK (putus hubungan kerja) akibat pandemi,” tutur perempuan tersebut sembari tersenyum manis menatap para pekerjanya.
Semenjak 2015, Yuni telah mengurangi penggunaan plastik. Dia lebih memilih menggunakan paper bag. Seirama dengan upaya Gojek dalam pengurangan limbah dan emisi karbon. Menjadi pengusaha, baginya harus memerhatikan pula keseimbangan alam. Anak ketiga dari lima bersaudara itu juga menginginkan suatu hari dapat membangun tempat wisata edukasi.
Perlahan, Yuni telah pula menggandeng pihak pertanian lokal untuk menggelar cooking class di alam terbuka, sekaligus mengenalkan profesi petani sejak dini. “Saya senang memasak, Gojek jadi wadahnya. Saya pun menyukai alam, Gojek juga menyediakan fitur GoGreener. Makanya saya pun masih setia jadi mitra Gojek sampai saat ini,” kata alumnus Universitas Terbuka Samarinda 2022 ini.
TANAM POHON
Dalam kunjungannya dua hari lalu di Balikpapan, ketika diwawancarai awak media, Koordinator Perencanaan dan Keuangan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Herbin Saragi menuturkan, pihak kementerian bersama dengan Gojek berkolaborasi untuk mewujudkan pariwisata Indonesia yang berkelanjutan.
Di mana, bertepatan dengan momentum World Tourism Day, September lalu, Gojek bersama dengan Kemenparekraf, Lindungi Hutan sebagai mitra konservasi dan Jejakin menanam lebih dari 40.000 pohon bakau di Taman Hutan Raya Mangrove, Pelabuhan Benoa.
Wujud kolaborasi sektor swasta, pemerintah dan masyarakat untuk lingkungan. Seperti dikatakan oleh Herbin, pariwisata menyumbang 8 persen karbon dunia sehingga menjadi salah satu topik yang dibahas dalam presidensi G20 Indonesia di Tourism Ministerial Meeting tahun ini. Maka itu, selain menggapai target 1,1 juta lapangan kerja di tahun 2022 dan 4,4 juta lapangan kerja di tahun 2024, dia mengajak seluruh elemen agar peduli terhadap alam.
“Teman-teman Gojek memberikan perhatian yang luas, selain UMKM tapi juga memerhatikan emisi karbon yang sedang jadi isu global. Karenanya kita apresiasi adanya fitur GoGreener Gojek tersebut,” kata Herbin.
Fitur GoGreener tersebut dapat dimanfaatkan pengguna untuk menghitung emisi karbon yang dihasilkan saat menggunakan kendaraan motor, mobil, AC, TV, laptop, kulkas maupun saat memesan GoRide dan GoCar per harinya. Kemudian bisa mengonversinya dengan membeli dan menanam pohon melalui aplikasi Gojek.
GoGreener diluncurkan 14 September 2020. Di tahun tersebut, Gojek telah memulai proyek penanaman di beberapa lokasi ekowisata maupun konservasi. Dari ketiga daerah, salah satunya ialah Konservasi Laskar Taman Nasional Mangrove Park Bontang, Kalimantan Timur.
Gojek berkolaborasi dengan startup bidang lingkungan, yakni Jejak.In. Jejak.in merupakan salah satu alumni program akselerator start-up Gojek Xcelerate. Kolaborasi ini menggabungkan keahlian dengan ekosistem teknologi Gojek supaya dampaknya lebih luas. Terutama dalam menjaga lingkungan dan melindungi kekayaan hayati, dengan inovasi teknologi untuk hidup yang berkelanjutan.
“Kami harap, lewat aplikasi ini masyarakat berpartisipasi dan berkontribusi terhadap target pengurangan emisi karbon 50 persen di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif pada 2035 mendatang, serta menjadikan Gojek green business yang sustainable,” harapnya.
Bulan Juni 2022 lalu, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk juga mengumumkan telah memperluas komitmen ‘Tiga Nol’ (Nol Emisi, Nol Sampah, Nol Hambatan) di seluruh ekosistemnya. Gabungan total emisi gas rumah kaca seluruh Grup GoTo pada 2021 adalah 817.248 ton setara karbon dioksida (tCO2e), dengan proporsi terbesar berasal dari penggunaan produk yang dijual.
Adapun dengan lebih 2,6 juta pengemudi dan lebih 15 juta mitra pedagang dalam ekosistem, GoTo terus berkontribusi kepada sekitar 2 persen dari pendapatan domestik bruto (PDB) Indonesia. UMKM dalam pelatihan, pertumbuhan usaha, kewirausahaan dan pelayanan kepada kelompok masyarakat marginal, dan mempromosikan inklusi keuangan serta akses ke ekonomi digital.
Menurut data Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI), Gojek dan GoTo Financial pun telah berkontribusi positif terhadap ekonomi Indonesia yang telah mencapai Rp 249 triliun, di luar Tokopedia.
BANTU UMKM
Di pertengahan Oktober, awak media juga bertemu dengan Asrun. Di sebuah tempat makan di kawasan Balikpapan Barat, yang jadi lokasi pangkalan bagi para driver ojek online (ojol) di daerah tersebut. Hampir 5 tahun Asrun bergabung di GoPartner. Menjadi mitra driver si hijau.
Asrun menuturkan, tak hanya melayani pesanan para pengguna, semenjak bergabung dengan Gojek, dia dapat mengikuti kelas pengembangan kemampuan melalui Bengkel Belajar Mitra (BBM). Dirinya berujar, hanya menjadi lulusan SMA sempat membuatnya sedikit berkecil hati. Apalagi dulu profesi ojol hanya dipandang sebelah mata.
Sebelum dikenal sebagai Kang Ojol, Asrun bekerja di sebuah perusahaan swasta yang bergerak di dunia transportasi. Lalu, dia juga melamar sebagai driver Gojek. Di tengah hari kala tak ada pekerjaan dia akan mengenakan jaket hijaunya, kemudian berkeliling memenuhi orderan pengguna Gojek. Hasil yang didapatkan bisa mencapai ratusan hingga jutaan rupiah dalam sepekan.
“Jadi, dulu kerja jadi ojol buat sampingan. Tapi saat itu, 2020 ada pengurangan karyawan akhirnya sekarang saya fokus buat di Gojek. Hasilnya, alhamdulillah bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dan nabung buat anak, mana waktu kerjanya kan fleksibel. Teman-teman saya juga banyak yang pilih buat jadi ojol atau jadi mitra GoFood,” tutur bapak dua anak tersebut.
Terpisah, Ketua Mangrove Moeslem Community Emi Alaydrus mengungkapkan, Gojek memberi nilai lebih tidak hanya kepada orang-orang seperti Asrun, akan tetapi juga pelaku usaha UMKM. Terutama yang baru mulai merintis. Di mana, dirinya menyebut, 70 persen UMKM telah memilih Gojek. Masa kini, semua orang harus mumpuni memanfaatkan teknologi.
Lebih lanjut, pemilik dari Rumah Ampiek ini menambahkan, jumlah UMKM di Kota Minyak berjumlah puluhan ribu. Didominasi kaum perempuan. Diakui, kebanyakan memilih menjalankan usaha kuliner. Pangsa pasar dari kuliner sangat besar. Menjadi kebutuhan harian yang tak terpisahkan dari manusia.
“Bila ditotal ada puluhan ribu UMKM di Balikpapan, kalau untuk anggota Mangrove Moeslem Community sendiri baru ratusan. Belum lagi kaya teman-teman di Kadin (Kamar Dagang dan Industri Indonesia) ataupun Iwapi (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia). Ada 80 persen itu UMKM kuliner,” beber Emi.
“Saya juga berharap semoga kegiatan penanaman pohon Gojek bisa dilakukan di seluruh daerah, termasuk di daerah-daerah pesisir yang rawan abrasi dan telah kehilangan banyak pohon mangrove,” imbuhnya.
Disampaikan pula Ketua Kadin Kaltim Dayang Donna Faroek, kehadiran Gojek memberikan perhatian besar terhadap pelaku UMKM. Kadin melalui rekanan maupun organisasi mitranya selalu menggandeng UMKM dalam berbagai kesempatan. Baik melalui pameran ataupun memberi kesempatan mengikuti kegiatan ekspor. Dia berharap, kolaborasi yang dilakukan dapat lebih memperkuat UMKM lokal.
“Selama pagebluk pertumbuhan teman-teman UMKM luar biasa, apalagi ada Gojek yang membantu penjualan dan promosi. Sehingga selama Covid-19, UMKM tumbuh mencapai 70 persen.
Kian kemari pun, Gojek semakin mawas terhadap berbagai perkembangan, maupun pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kaltim yang memiliki potensi besar ke depan. Dari itu, perlahan tapi pasti penambahan lokasi layanan Gojek di Kaltim bakal semakin banyak ditemui tidak hanya di Balikpapan, Samarinda maupun Tenggarong.
“Teman-teman UMKM sekarang bersiap merambah usaha ke IKN, seperti kuliner, laundry, salon, handy craft, SPBU maupun UMKM Center sebagai pusat oleh-oleh,” sebutnya.
Beberapa hari lalu, awak media juga bertemu Kabid Koperasi dan UMKM Balikpapan Bahrian di ruang kerjanya. Dirinya menuturkan, jumlah UMKM di dalam kota mencapai 47 ribu. Lebih dari 50 persen, atau kurang lebih 27 ribu bergerak di bidang UMKM. Kuliner juga berada di peringkat pertama dari berbagai jenis usaha yang dilakukan masyarakat.
“Partisipasi Gojek dalam pertumbuhan UMKM juga ada. Hanya saja, kami tidak mempunyai data berapa banyak UMKM yang bergabung di Gojek. Tapi, bila dilihat di jalanan kita sering menjumpai tempat makan yang memiliki plang-plang bertuliskan mitra Gojek, maupun pembayaran memakai QR Gojek. Andil pasti ada, apalagi di era sekarang masyarakat lebih suka berbelanja lewat HP, dan menggunakan jasa transportasi online terutama saat cuaca sedang buruk,” ulas Bahrian.
Diketahui pada 2018, pemerintah Balikpapan telah menjalin memorandum of understanding (MoU) dengan pihak Gojek. Dan hampir keseluruhan UMKM di Kota Minyak telah menjadi mitra GoFood. Ya, seluruh proses berbelanja, menggunakan transportasi, membeli pulsa, berdonasi hingga GoGreener Carbon Offset semua dapat dilakukan menggunakan GoPay, melalui satu aplikasi saja tanpa harus berpindah-pindah platform. Gojek mampu penuhi semua kebutuhan konsumen. (ndu/k15)
Ulil
Yin.khazan@gmail.com
Editor : izak-Indra Zakaria