Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pelindo Kejar Arus Peti Kemas 11 Juta TEUs

izak-Indra Zakaria • Rabu, 2 Februari 2022 - 20:11 WIB
Aktivitas ekspor impor di Surabaya.
Aktivitas ekspor impor di Surabaya.

SURABAYA – Tren pertumbuhan arus logistik tanah air masih bertahan positif. Hal itu terlihat dari realisasi arus peti kemas tahun lalu. PT Pelindo Terminal Peti Kemas (SPTP) mencatat pertumbuhan sebesar 7 persen sepanjang 2021.

Corporate Secretary SPTP Widyaswendra mengatakan, arus yang tercatat pada 2021 mencapai 10,97 juta TEUs (twenty-foot equivalent units). Angka itu terkerek 770 ribu TEUs dibandingkan 2020 yang tercatat 10,20 juta TEUs. ’’Ini adalah angka konsolidasi dari semua terminal yang akan kami kelola pada 2022 ini,’’ ujarnya melalui siaran pers kemarin.

Dia menjelaskan, tahun ini subholding PT Pelindo itu bakal mengoperasikan 21 terminal peti kemas (TPK) di Indonesia. Sebanyak 15 terminal merupakan konsolidasi holding yang dibentuk tahun lalu. Di antaranya, TPK Belawan, TPK Perawang, TPK Semarang, TPK Nilam (Surabaya), TPK Banjarmasin. Kemudian, ada TPK Tarakan, TPK Pantoloan, TPK Bitung, TPK Kendari, Makassar New Port, TPK Makassar, TPK Kupang, TPK Ambon, TPK Sorong, dan TPK Jayapura.

Sisanya adalah terminal yang dikelola anak perusahaan. Yakni, PT Terminal Petikemas Surabaya, PT Berlian Jasa Terminal Indonesia, PT IPC Terminal Peti Kemas, PT Terminal Teluk Lamong, PT Kaltim Kariangau Terminal, dan PT Prima Terminal Petikemas.

Tahun ini, lanjut dia, perseroan menargetkan arus peti kemas sebanyak 11,64 juta TEUs. ’’Kami terus mendorong standardisasi dan digitalisasi bisnis proses dan peningkatan kompetensi bagi pekerja. Selain itu, tentunya peningkatan keandalan peralatan penunjang kegiatan terminal,’’ paparnya.

Pengamat maritim dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember Saut Gurning menyambut baik pengoperasian terminal peti kemas dalam satu entitas subholding PT Pelindo Terminal Petikemas. Sebab, hal itu akan mempermudah proses perencanaan dan koordinasi sehingga setiap TPK memiliki keseragaman. Standardisasi dan kesamaan proses bisnis menjadi satu perhatian yang harus segera diselesaikan oleh perseroan.

”Kinerja operasional juga perlu ditingkatkan agar waktu kapal di terminal lebih cepat atau dipangkas sehingga tujuan menekan biaya dan meningkatkan kinerja logistik dapat tercapai,’’ ucapnya. (bil/c6/dio)

Editor : izak-Indra Zakaria
#ekonomi nasional