Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Cari Cuan, Ini Bedanya 3 Bunga dari Aset Kripto

Wawan-Wawan Lastiawan • Sabtu, 4 Juni 2022 - 06:15 WIB
-
-

 

Banyak cara untuk mendapatkan keuntungan dari nabung aset crypto. Jika umumnya orang masih menabung pada bank konvensional, maka sekarang mulai popular masyarakat menabung pada aset crypto.

Sama seperti bank konvensional yang mendapatkan bunga. Begitu juga ketika kamu menabung pada aset kripto juga akan mendapatkan bunga. Lantas bagaimana kamu mendapatkan bunga dari aset kripto  yang kamu tabung dan bagaimana perbedaannya, berikut penjelasannya:

Jika umumnya investor crypto akan melakukan trading terhadap aset yang dimilikiya berdasarkan atas pergerakan volatilitas harga yang tinggi dan kadang turun untuk mendapatkan keuntungan besar,maka hal tersebut bukanlah cara satu-satunya.

Salah satu cara kamu bisa mendapatkan keuntungan dari aset kripto tanpa harus beresiko tinggi, maka caranya adalah dengan menabung aset kripto pada platform atau aplikasi untuk menyimpan, kamu akan mendapatkan keuntungan dari apresiasi aset dan bunga tabungan.

Beberapa cara bisa kamu lakukan dengan melakukan Yield Farming, Staking, dan Earn aset kripto, lantas seperti apa sih perbedaannya, berikut penjelasannya:

1. Yield Farming

Salah satu tips untuk mendapatkan bunga dari aplikasi DeFI adalah dengan melakukan yield farming. Lantas apa sih Yield farming? Merupakan sebuah kegiatan meminjamkan aset kripto yang kamu miliki untuk mendapatkan imbalan.

Aplikasi pinjaman seperti Compound dan AAVE adalah salah satu aplikasi yang mempercepat keuntungan. Sederhananya, Yield farming ini memberikan penyedia likuiditas untuk mengunci aset kripto mereka dalam aplikasi pinjaman, kemudian aset tersebut dapat di pinjamkan kepada pengguna yang lain.

Insentif atau imbalan yang diberikan kreditur sebagai penyedia likuiditas akan mendapatkan persentase keuntungan dari biaya transaksi atau bunga yang telah dibebankan kepada kreditur.

Sementara itu, aplikasi seperti Compound dan AAVE pada dasarnya menghubungkan kebutuhan kreditur yang ingin mengambil kepentingan atas aset yang tidak terpakai dengan kreditur yang membutuhkan aset seperti modal investasi atau kebutuhan lainnya.

Bagaimana cara mengetahui perhitungan bunganya, maka kamu akan mengenal istilah persentase hasil tahunan, atau yang lebih dikenal dengan APY merupakan proyeksi hasil penghitungan hasil tahunan yang diperoleh seseorang setelah memperhitungkan bunga majemuk.

APY  adalah indikator yang digunakan untuk mengukur jumlah nominal yang diperoleh seseorang yang dihitung per tahun. Dengan kata lain, APY adalah metode yang digunakan untuk mengukur pertumbuhan suku bunga dari waktu ke waktu.

Suku bunga majemuk sebagai suku bunga majemuk adalah bunga yang kamu terima atas aset atau investasi yang kamu pegang. Bunga campuran juga dapat didefinisikan sebagai bunga yang dibayarkan oleh pokok (deposito di rekening kamu) dan bunga yang kamu peroleh.

 

 

 

2.Staking

Sementara itu, staking dan earn crypto menjadi instrument untuk mendapatkan bunga yang tengah popular di Indonesia melalui bursa kripto. Meski demikian, karena produk ini tergolong baru, maka masih banyak perbedaan dan keunggulannya.

Nah untuk menjawab maka kamu harus mengetahui apa itu Staking. Staking adalah konsep dasar yang diterbitkan pada awal tahun 2012 lalu lewat Peercoin. Mereka memperkenalkan consensus Proof of Stake (PoS)), sebagai antitesis ataupun alternatif terhadap Proof-of-Work (PoW) yang diusung oleh Bitcoin, menyusul Ethereum pada 30 Juli 2015.

Nah dari sini kamu telah mengetahui jika PoW menitik beratkan pada elektronik dengan spesifikasai tinggi dan menggunakan daya listrik yang besar untuk melakukan validasi transaksi. Hal terbalik yang terjadi PoS dimana sistem ini hanya menggunakan komputer server.

Kemudian validator akan menyimpan atau stake sejumlah kripto tertentu. Nah kripto inilah yang menjadi bukti  (Proff0 bahwa validator bersedia dalam mengamankan jaringan. Tentunya biaya lebih murah dari pada alat tambang bitcoin jenis ASIC.

Pada sistem PoS maka semakin banyak aset kripto yang disimpan, maka semakin besar investor akan mendapatkan imbalan kripto sebagai konsekuensi jasanya mengamankan jaringan blockchain tersebut. Sedangkan pada PoW semakin tinggi spesifikasi alat maka semakin besar peluang mendapatkan imbalan untuk setiap blockchain yang di validasi.

Sementara itu, imbalan kripto ini akan didapatkan oleh setiap penambang atau validator bersumber dari kripto baru yang diterbitkan setiap kali block transaksi hadir. Selanjutnya muncul variasi lain seperti, Delegated Proof-of-Stake (DPoS) oleh Tron, Cardano dan Binance Smart Chain.

Jadi dari sini kamu telah mengetahui keunggulan dimana PoW dianggap tidak ramah lingkungan karena banyak menyedot energy listrik. Sedangkan PoS di kritik karena ditujukan hanya untuk mereka yang berkantong tebal untuk mendapatkan imbalan yang besar.

Meski demikian, kritik pada PoS juga diseimbangi dengan layanan staking pool, dan komponen ini terhubung dengan solo staking (validator). Sedangkan validator tunggal tentu membutuhkan modal untuk sewa komputer server dan memastikan bandwidth Internet dari dan ke server itu harus stabil.

Hal ini dapat beresiko jika server validator offline dan tidak aktif untuk beberapa waktu atau ada yang mencurangi sistem, maka akan otomatis berlaku mekanisme slashing atau penghilangan paksa atas yang kripto yang telah di staking.

Earn Crypto

Cara lain mendapatkan bunga dari aset kripto adalah Earn atau sejumlah layanan lain menyebutnya dengan istilah saving. Tujuan akhirnya adalah sama, yakni mendapatkan tambahkan kripto dari kripto yang kita miliki.

Itulah beberapa cara untuk mendapatkan bunga dari tabungan aset kripto dan perbedaan diantara ketiga cara tersebut.

Mereka misalnya menawarkan pendapatan tambahan hingga 4 persen per tahun untuk Bitcoin (BTC) nasabah. Bilangan ini juga berubah-ubah, bisa lebih kecil atau lebih besar. Berdasarkan simulasi, jika nilai investasi adalah 1 BTC, dengan persentase imbal hasil 4 persen, maka dalam 5 tahun,  bisa mendapatkan sekitar 121,66 BTC atau setara dengan 21,66 persen per tahun.

Bandingkan dengan cara meng-hold (menggunakan data 5 tahun terakhir) kamu bisa mendapatkan imbal hasil berlebih yakni, 4500 persen. Jikalau produk staking kripto imbalannya diperoleh by system dari kode blockchain itu sendiri, maka produk earn punya mekanisme soal asal muasal imbalannya.

Meski tidak banyak informasi detil soal ini, setidaknya ada sejumlah petunjuk untuk menjelaskannya. Salah satu variabelnya adalah dana Bitcoin itu diputar ke layanan pihak ketiga. Tentu saja ini adalah dugaan yang cukup spekulatif.

Sejumlah crypto exchange di luar Indonesia sudah lama punya program seperti ini. Di Crypto.com, misalnya kamu bisa mendapatkan imbalan Bitcoin Earn hingga 8,5 persen per tahun. Untuk ETH USDC hingga 14 persen per tahun.

Ada pula program OKEx mirip earn yang menjanjikan bunga 1 persen per tahun untuk BTC. Oleh OKEx, BTC itu digunakan untuk produk lainnya, yakni OKEx margin loans. Itu adalah produk pinjaman kepada pengguna lain yang memerlukan BTC, baik untuk trading dan lain sebagainya.

Dengan kata lain, dana nasabah dalam produk ini digunakan kembali oleh pengelola bursa untuk mendapatkan keuntungan. Hasilnya adalah dibagi kepada kepada pemilik BTC di awal.

Investasi crypto kini juga semakin diminati masyarakat Indonesia maupun dunia. Tertarik berinvestasi dan trading aset crypto secara mudah? Aplikasi Pintu mungkin bisa membantumu!

Pintu adalah aplikasi jual beli bitcoin dan aset crypto lainnya yang telah terdaftar resmi di Bappebti. Di Pintu, kamu bisa mengecek pergerakan harga aset, membaca berita-berita terbaru tentang crypto serta melakukan investasi dan trading hanya mulai dari Rp11.000 saja, lho. (dls/pro4)

Editor : Wawan-Wawan Lastiawan
#ekonomi nasional #nasional