Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Rumah Kompak Masuk Pasar Premium

izak-Indra Zakaria • Selasa, 29 Agustus 2023 - 17:10 WIB
Photo
Photo

SURABAYA – Pengembang berupaya mendorong rumah kompak untuk pasar Surabaya. Bahkan, produk premium pun dibuat dengan luasan tanah yang terbatas. Selain harga tanah yang tinggi, juga karena perubahan gaya hidup.

Department Head of Sales and Marketing PT Abdael Nusa Kent Hilman mengatakan, pihaknya telah meluncurkan kluster terakhir di proyek Surabaya Barat. Produknya masuk ke pasar premium karena terletak di jalan utama perumahan. ’’Pertimbangannya karena ini adalah main location dari Perumahan Grand Harvest ini,’’ jelasnya di Surabaya (27/8).

Meski masuk ke pasar premium, pengembang sengaja tidak membuat hunian dengan lahan yang luas. Untuk tipe tertinggi saja, luas tanah yang disediakan sekitar 169 meter persegi.

Menurut Kent, kebutuhan konsumen berubah. Saat ini justru pembeli meminta rumah dengan lahan yang secukupnya. Alasannya, lahan yang luas bakal membebani keseharian. ’’Mereka biasanya malas bersih-bersih. Jadi, selama terasa lega sudah merasa cukup,’’ jelasnya.

Project Manager Grand Harvest Erick Ardine menambahkan, teknologi yang semakin kompak juga membawa dampak ke kebutuhan luasan rumah. Dulu komputer memang cukup besar sehingga ruang kerja juga harus luas. Saat ini hanya perlu laptop untuk bekerja atau membaca materi. ’’Sehingga kebutuhan ruang semakin mengecil,’’ tuturnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Humas Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) David Ardian Susanto mengatakan, era rumah kompak memang terus bergerak. Bahkan, keluarga mapan di Surabaya pun sudah tak terlalu mengutamakan asisten rumah tangga. Mereka lebih membutuhkan babysitter untuk mengurus kebutuhan anak daripada kebersihan rumah.

Karena itu, rumah premium pun harus mengusung konsep tersebut. ’’Kalau soal diterima pasar atau tidak, saya kira masih diterima. Mungkin yang diincar keluarga muda, namun sudah mapan. Yang pekerjaannya sudah di level manajemen,’’ bebernya. (bil/c19/dio)

Editor : izak-Indra Zakaria