Keinginan investasi properti di Kaltim mengalami pertumbuhan. Apalagi, didukung dengan rencana perpindahan Ibu Kota Nusantara (IKN) ke Bumi Etam. Namun, beberapa masih gundah karena memasuki perhelatan pemilihan presiden. Ada kekhawatiran terjadi perubahan rencana dan regulasi.
BALIKPAPAN - Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Balikpapan Yaser Arafat menilai, animo terhadap bisnis properti di beranda IKN menunjukkan potensi yang besar. Tidak hanya terhadap kalangan menengah ke atas, masyarakat biasa juga kian tertarik membeli properti pribadi. Bahkan, perumahan murah di Balikpapan Utara semakin diminati.
"Minat orang untuk memiliki properti itu besar. Selain disebabkan keberadaan IKN, masyarakat di kota seperti Jakarta juga mulai sumpek, belum lagi pekerja yang dikirim ke Kaltim. Dari pegawai mulai banyak mencari perumahan menengah ke atas sampai perumahan murah," bebernya, Minggu (3/12).
Dikatakan Yaser, kebutuhan terhadap hunian atau properti sangat terbuka dan masih besar. Walau secara demand tak disebutkan, tapi menurutnya bila dilihat dari segi traffic terhadap jumlah orang dari luar daerah yang masuk ke Balikpapan juga menunjukkan peningkatan.
"Proyeksi orang-orang sekarang ini ialah hunting investasi ke daerah Balikpapan Utara dan Balikpapan Timur karena dekat tol. Maka itu, kesiapan infrastruktur juga harus didorong mengingat faktor demografi yang terus mengalami pertumbuhan," kata Yaser.
Ya, peningkatan padatnya wilayah Balikpapan Utara dan Balikpapan Timur telah menyebabkan masalah kemacetan lalu lintas. Pertumbuhan pesat di wilayah ini seringkali tidak seimbang dengan infrastruktur transportasi yang ada, yang mengakibatkan kemacetan dan keterlambatan perjalanan. Sehingga, penting memerhatikan perkembangan infrastruktur secara seimbang guna mendukung pertumbuhan tersebut.
Dengan peningkatan infrastruktur yang tepat, seperti jalan, transportasi publik, sarana pendidikan, dan fasilitas umum lainnya, dapat mencegah permasalahan di masa mendatang seperti kemacetan lalu lintas atau keterbatasan akses ke layanan penting. Dukungan infrastruktur yang baik, akan meningkatkan daya tarik serta nilai properti di wilayah tersebut.
Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah setempat perlu mengambil langkah-langkah strategis. Salah satunya adalah dengan meningkatkan jaringan transportasi, memperluas jalan, memperbaiki sistem transportasi umum, dan mungkin mengatur kebijakan lalu lintas yang lebih efisien.
Selain itu, perlu juga pertimbangan dalam perencanaan pembangunan agar tidak terlalu membebani daerah tersebut dengan perkembangan yang tidak terkendali, sambil tetap memerhatikan kebutuhan infrastruktur yang diperlukan.
"Salah satu yang tengah disoroti, yakni rencana pembangunan flyover guna memecah kemacetan ke arah Balikpapan Utara itu, dan semoga pekerjaan di Jalan MT Haryono juga bisa segera terselesaikan," tuturnya.
Sebelumnya, Sinar Mas Land menghadirkan business strip bernama 7Avenue Biztown untuk memfasilitasi ruang usaha modern dengan desain yang hype dalam berbagai denah dan ukuran. Klaster komersial ini ditawarkan sejumlah 40 unit pada penjualan tahap 1 dengan harga mulai dari Rp 2,2 miliar hingga Rp 4,4 miliar sudah termasuk PPN.
“Lebih dari sekadar fasilitas bagi penghuni, keberadaan 7Avenue Biztown diharapkan bisa terserap pasar dengan baik seperti produk pendahulunya dan dapat memacu aktivitas ekonomi serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat Balikpapan. Dan produk ini terjual habis dalam waktu seminggu,” kata Franky Najoan, CEO East Indonesia Sinar Mas Land. (ndu/k15)
Ulil
Yin.khazan@gmail.com
Editor : izak-Indra Zakaria