Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Meraup Cuan dari Lebaran: Rusyadi Syakir Produksi Ribuan Stoples Kue Kering, Berdayakan 32 Karyawan

Indra Zakaria • Selasa, 9 April 2024 - 00:25 WIB

 

ANIMO: Setiap tahun, antusias kue kering bertambah. Begitu juga pesanan hampers. Tahun ini ada 22 jenis kue kering yang diolah.
ANIMO: Setiap tahun, antusias kue kering bertambah. Begitu juga pesanan hampers. Tahun ini ada 22 jenis kue kering yang diolah.

Sama sekali tak memiliki basic membuat kue kering, ternyata penganan ini malah menjadi pintu rezeki Rusyadi Syakir. Berproses dan tak lelah belajar. Setiap jelang Lebaran 2-4 ribu stoples kue kering berhasil dijual.

RADEN RORO MIRA, Samarinda

TAHUN ini, pria yang karib disapa Rasya itu membuat 22 varian kue kering. Selain kue kering jadul dan wajib ada seperti putri salju dan nastar, dia juga modifikasi beberapa resep dan ciptakan kreasi kue kering buatannya. Seperti royal cadburry, sweet almond, bangkit keju, sagu oreo dan lain-lain.

Aneka jenis kue dari usaha yang diberi nama Timur Samarinda itu juga menjadi magnet pembeli. Menjajal usaha sejak 2017, Rasya tak banyak ekspektasi jika kue kering buatannya akan laku banyak. “Jadi merintis itu memang sama sekali enggak punya basic bikin kue kering. Bahkan oven masih pinjam. Coba bikin tester ternyata cocok di lidah orang. Antusias luar biasa, kaget juga, perdana usaha terjual hampir 800 stoples,” jelasnya.

Kala itu, hanya berdua dengan sang kakak yang memproduksi. Seiring tahun, kualitas produknya semakin dikenal. Hanya satu ukuran stoples dia jual, kemasan ukuran 500 gram. Aktif promosi juga lewat media sosial, selain dari mulut ke mulut.

Diakui jika dari segi bentuk masih belum konsisten. “Ya ada yang ukurannya enggak sama, namanya juga baru pertama. Tapi dari awal sudah diajarin kalau harus pakai bahan kualitas bagus. Jadi dari segi rasa sudah oke. Nah 2018 itu mulai kenalkan hampers, dan antusias makin tinggi,” lanjutnya.

Kala itu dia dibantu 6 karyawan. Produksi kue kering hampir dua kali lipat, menyentuh 1.800 stoples saat 2018. Ditambah pesanan hampers yang mulai naik. Masih 2019 juga sama. Dari yang mulanya hanya menyanggupi 50 hampers, permintaan naik jadi 80 hampers.

Pada 2019 itu juga, Rasya melihat peluang lain dengan usaha percetakan boks hampers. Pembelinya sesama penjual makanan bahkan hingga ke Balikpapan dan Berau. “Sambil menyelam minum air. Kue kering masuk terus sampai di angka 2 ribuan stoples,” kata dia.

Pesanan hampers hingga 150 boks. Diakui jika dirinya sangat kewalahan. Apalagi dari segi tenaga dan kapasitas juga terbatas. Pada masa pandemi, tren hampers juga semakin tinggi. Sebagai sarana silaturahmi karena kala itu pemerintah mengimbau untuk tidak lakukan kegiatan berkumpul-kumpul.

Bahkan tahun lalu, pesanan kue kering diakui pernah tembus hingga 4.500 stoples. Merupakan kapasitas paling maksimal yang bisa Rasya dan timnya kerjakan. Sejak 2019 juga dia sudah memiliki reseller. Ada empat reseller tersebar di Samarinda dan Balikpapan.

“Jadi tembus sampai ribuan stoples itu selain pesan langsung ke saya juga lewat reseller. Tahun ini alhamdulillah ada sekitar 3 ribuan stoples, dibantu dengan 25 karyawan part time dan 6 karyawan inti,” jelasnya.

Disebutkan jika sebenarnya pesanan masih terus masuk. Namun Rasya ingin tetap optimal dalam pengerjaan sesuai kapasitasnya. Agar kualitas tetap terjaga. Aneka kue kering dia jual mulai Rp 150-185 ribu per stoples.

Sedangkan untuk hampers, tahun ini dia menyediakan dua paket. Dengan harga ekonomis yakni Rp 285 ribu dan premium Rp 490 ribu. “Kita sengaja batasin hanya di 50 paket hampers, maksimal 100. Jadi 50 sisanya itu pesanan dari reseller,” paparnya.

Membuat pengumuman pre order kue kering juga jauh sebelum puasa dimulai. Selain kue kering, dia juga menjual berbagai kudapan, seperti aneka kue basah, jajanan pasar, bolu, puding dan lainnya. Setiap harinya dengan menu berbeda. Khusus selama Ramadan, dia fokus pengerjaan untuk kue kering.

“Alhamdulillah setiap tahun semakin dikenal. Tapi bukan berarti tanpa kendala. Ada yang kue hancur atau meleleh dalam perjalanan. Untungnya kita mau kurang lebih, jadi pasti diganti,” sambungnya.

Terkait hampers juga Rasya menaruh usaha lebih di dalamnya. Tak ingin sekadar boks cantik dengan isian berbagai produk olahannya. Namun dia juga pikirkan konsep kemasan dengan matang. Sehingga setiap tahun, dia selalu merancang tema kemasan semenarik mungkin. Itu juga yang menjadikan hampersnya selalu diincar.

“Tahun ini temanya ala-ala seserahan kayak orang mau nikah, tapi ala Malaysia. Jadi ada juntaian mutiaranya, ada hiasan bunganya supaya makin cantik. Baru beberapa hari posting langsung full. Alhamdulillah animo pembeli tinggi. Kalau ada yang mau pesan lagi sudah enggak bisa, kecuali nanti kalau ada lebihan. Jadi bahasanya itu war lah, supaya bisa dapat,” pungkasnya. (ndu/bersambung)

Editor : Indra Zakaria