Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Kinerja Ekspor Kaltim Melemah di Penghujung 2025, Lima Pelabuhan Utama Alami Penurunan

Redaksi Prokal • 2026-01-12 12:45:00
Kepala BPS Kaltim, Yusniar Juliana. (IST/KP)
Kepala BPS Kaltim, Yusniar Juliana. (IST/KP)

 

SAMARINDA – Aktivitas perdagangan luar negeri Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan tren pelemahan pada penghujung tahun 2025. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat adanya penurunan nilai ekspor yang terjadi secara merata di sejumlah pelabuhan utama di Bumi Etam pada periode November 2025.

Kepala BPS Kaltim, Yusniar Juliana, mengungkapkan bahwa meskipun terjadi penurunan kinerja dibandingkan bulan sebelumnya, arus pengapalan barang masih bertumpu pada lima gerbang ekspor utama.

“Tiga pelabuhan yang memberikan sumbangan terbesar terhadap total nilai ekspor Kaltim pada November 2025 adalah Pelabuhan Balikpapan sebesar USD 425,29 juta, disusul Pelabuhan Samarinda USD 357,89 juta, dan Pelabuhan Tanjung Bara senilai USD 225,10 juta,” jelas Yusniar dalam keterangan resminya.

Penurunan Signifikan secara Bulanan

Secara kumulatif, nilai ekspor dari lima pelabuhan utama Kaltim mengalami kontraksi sebesar 11,34 persen dibandingkan bulan Oktober 2025. Penurunan ini cukup terasa mengingat nilai ekspor bulan sebelumnya mencapai USD 1.568,81 juta, namun merosot menjadi USD 1.390,83 juta pada November 2025.

Pelemahan ini tidak hanya terjadi pada pelabuhan besar. Kelompok pelabuhan lainnya di luar lima pelabuhan utama juga mencatatkan penurunan tipis sebesar 1,06 persen dengan nilai ekspor USD 294,88 juta. Kendati demikian, kelompok pelabuhan kecil ini masih memberikan kontribusi sebesar 14,14 persen terhadap total ekspor daerah.

Balikpapan Masih Menjadi Tulang Punggung

Sepanjang periode Januari hingga November 2025, Pelabuhan Balikpapan tetap kokoh sebagai tulang punggung ekonomi Kaltim dengan kontribusi dominan mencapai 27,15 persen dari total nilai ekspor provinsi. Pelabuhan Samarinda menyusul di posisi kedua dengan andil 20,52 persen, kemudian Pelabuhan Bontang Bay dengan peranan 14,44 persen.

Data ini menjadi sinyal bagi para pemangku kebijakan dan pelaku usaha untuk mencermati dinamika pasar internasional yang memengaruhi fluktuasi nilai pengapalan komoditas unggulan Kaltim, terutama saat memasuki kuartal terakhir tahun 2025.(*)

Editor : Indra Zakaria