Selepas restart, Bali United nyaris menciptakan gol pertama mereka. Sebuah sepak pojok dari sayap kiri ditanduk dengan keras oleh Elias Dolah. Namun, Angga Saputro tampil gemilang dengan menepis bola sebelum akhirnya membentur tiang gawang. Skor tetap bertahan 0-0 hingga akhir paruh pertama.
Memasuki babak kedua, Bali United kembali mengancam lewat situasi set piece. Tembakan bebas Eber Bessa mengarah ke sudut atas gawang, tetapi sekali lagi, Angga Saputro berhasil menepis bola dengan refleks yang impresif. Borneo FC kemudian merespons melalui crossing Fajar Fathur Rahman yang disambut Felipe Cadenazzi dengan tandukan dari jarak dekat, namun bola masih melayang tipis di atas gawang Bali United.
Petaka datang bagi Bali United saat Eber Bessa harus meninggalkan lapangan setelah diganjar kartu merah. Pelanggarannya terhadap Kei Hirose dianggap cukup serius oleh wasit, memaksa Bali United bermain dengan sepuluh pemain. Meski bermain dengan satu pemain lebih sedikit, Bali United tetap gigih mencoba mencetak gol.
Peluang emas Bali United datang ketika sebuah umpan dari sayap kiri membebaskan Privat Mbarga di depan gawang. Sayangnya, dalam situasi satu lawan satu dengan kiper, penyelesaian Mbarga melenceng dari sasaran. Pada tiga menit terakhir pertandingan, Bali United menciptakan peluang lagi melalui sundulan pemain pengganti M Rahmat, namun bola hanya melambung tipis di atas mistar.
Drama semakin memuncak mendekati akhir injury time ketika flare dari suporter menyala dan menyebabkan asap memenuhi lapangan. Pertandingan sempat dihentikan sejenak hingga asap menghilang, dan dilanjutkan lagi. Meski Bali United menekan Borneo FC hingga menit terakhir, mereka tetap gagal mencetak gol. Skor 0-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Dengan hasil imbang ini, leg kedua akan menjadi penentuan ketika Bali United bertandang ke kandang Borneo FC pada 30 Mei mendatang. Kedua tim akan berusaha keras untuk meraih kemenangan demi mengamankan posisi ketiga di Liga 1 musim ini.
Susunan pemain yang diturunkan dalam pertandingan ini juga menunjukkan upaya maksimal dari kedua tim. Bali United menurunkan formasi dengan Adilson Maringa di bawah mistar, dibantu oleh Jajang Mulyana, Elias Dolah, Ricky Fajrin, dan Andhika Wijaya di lini belakang.
Di lini tengah, Eber Bessa yang sayangnya harus keluar lebih awal, ditemani oleh Luthfi Kamal dan Kadek Agung yang kemudian digantikan oleh M Rashid. Rahmat Arjuna, Spasojevic, dan Irfan Jaya yang digantikan oleh Yabes Roni menjadi tumpuan serangan di lini depan.
Sementara itu, Borneo FC memasang Angga Saputro sebagai penjaga gawang, dengan Silverio, Leo Guntara, Alfharezzi Buffon, dan Pluim yang kemudian digantikan oleh Habibi Abdul Jusuf di lini pertahanan.
Adam Alis dan Kei Hirose menjadi motor di lini tengah, dibantu oleh Terens Puhiri yang digantikan oleh Wing Nain Tun dan Fajar Rahman. Di lini depan, Felipe Cadenazzi dan Stefano Lilipaly yang kemudian digantikan oleh M Sihran Amrullah menjadi andalan dalam mencetak gol.
Tanpa bisa cetak gol di kandang sendiri tentu menjadi pukulan berat bagi Bali United. Mereka harus memaksimalkan leg kedua di kandang Borneo FC untuk bisa meraih kemenangan dan mengamankan posisi ketiga. Namun, dengan Eber Bessa yang harus absen karena kartu merah, tantangan ini akan semakin berat.
Bagi suporter tuan rumah sendiri, kartu merah ini menjadi momen yang sangat disayangkan. Sebagai salah satu pemain kunci di lini tengah Bali United, ketidakhadirannya di leg kedua akan menjadi kehilangan besar. Tim harus mencari cara untuk menutupi kekosongan yang ditinggalkan oleh pemain asal Brasil ini.
Meskipun pertandingan ini berakhir imbang, kedua tim menunjukkan performa yang penuh semangat dan determinasi. Bali United harus mengambil pelajaran dari pertandingan ini dan mempersiapkan strategi yang lebih matang untuk leg kedua.
Sementara itu, Borneo FC juga harus tetap waspada dan tidak menganggap remeh Bali United yang pasti akan datang dengan semangat balas dendam.
Pertandingan leg kedua di kandang Borneo FC akan menjadi ajang pembuktian bagi kedua tim. Bagi Bali United, ini adalah kesempatan untuk membalikkan keadaan dan meraih kemenangan setelah kegagalan mencetak gol di kandang sendiri. Sedangkan bagi Borneo FC, ini adalah peluang untuk mengamankan posisi ketiga di depan pendukung mereka sendiri. (*)