Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Akun Suporter Persib Diduga Lakukan Tindakan Rasisme, Yakob dan Yance Sayuri Menuntut

Redaksi • 2025-05-06 11:41:56
Yakob dan Yance Sayuri menuntut keadilan atas aksi rasisme usai laga kontra Persib. (@appi.official)
Yakob dan Yance Sayuri menuntut keadilan atas aksi rasisme usai laga kontra Persib. (@appi.official)

 

Kasus rasisme di dunia sepak bola Indonesia kembali mencuat. Kali ini, dua pemain Malut United, Yakob dan Yance Sayuri, menjadi korban tindakan rasisme yang dilakukan oknum suporter Persib Bandung setelah pertandingan Liga 1 2024-2025 di Stadion Kie Raha, Jumat (2/5).

Setelah mengalahkan Persib, Sayuri bersaudara mendapat perlakuan yang tidak terpuji melalui pesan langsung (direct message) di Instagram dari sejumlah akun oknum suporter Persib. Akun-akun tersebut mengirimkan ujaran kebencian dengan sentimen rasis, membuat kedua pemain tersebut merasa terganggu dan akhirnya melayangkan somasi terhadap akun-akun yang bersangkutan.

Melalui surat somasi yang difasilitasi Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI), Yakob dan Yance secara resmi menuntut pertanggungjawaban dari empat akun yang mereka anggap telah melakukan tindakan rasisme. Selain itu, dua akun lain, juga dilaporkan karena melakukan tindakan yang lebih buruk, termasuk menghina keluarga dan anak-anak Yakob dan Yance.

Melalui somasi itu, Sayuri bersaudara memberikan waktu 1x24 jam bagi pemilik akun-akun tersebut untuk meminta maaf secara langsung. Jika tidak ada respons positif dalam waktu yang ditentukan, mereka mengancam akan melanjutkan ke jalur hukum, termasuk melaporkan pelaku ke pihak kepolisian.

Yakob Sayuri, yang turut menjadi korban, mengungkapkan kekecewaannya atas tindakan yang semakin parah dan berlebihan tersebut. Dia menegaskan, ucapan dan tindakan rasis sudah tidak dapat diterima lagi, dan bahkan keluarga mereka pun menjadi sasaran.

"Kami sering kali kena ucapan dan tindakan rasis, semakin ke sini semakin berlebihan dan parah, bahkan mereka menghina keluarga kami," tulis Yakob melalui akun Instagramnya, dikutip Senin (5/5).

Dia menambahkan, pelaku rasisme seharusnya dilarang berada di lingkungan sepak bola, karena sepak bola adalah sarana untuk merayakan keberagaman, bukan diskriminasi.

Tindakan rasisme ini mendapat perhatian luas dari berbagai pihak, salah satunya dari Ketua PSSI Erick Thohir. Dia dengan tegas menolak segala bentuk rasisme dalam dunia sepakbola.

"Saya selalu menolak rasisme dalam bentuk apapun di sepak bola. Tidak boleh ada perlakuan, ujaran atau apapun yang berbau rasisme dalam sepak bola khususnya di Indonesia. Tidak ada tempat bagi rasisme di dunia," ungkap Erick Thohir melalui akun Instagram.

Kasus ini membuka mata banyak pihak tentang pentingnya menjaga keharmonisan dan menghormati keragaman dalam sepak bola Indonesia. Rasisme hanya akan merusak sportivitas dan keberagaman yang seharusnya dijunjung tinggi di setiap pertandingan. Kini, bola ada di tangan para pelaku rasisme dan pihak berwenang untuk memberikan respons yang adil dan tegas. (*)

 

Editor : Indra Zakaria