JOGJAKARTA – Direktur Utama PSIM Jogjakarta, Liana Tasno, baru saja menuntaskan perjalanan prestisius di kancah internasional. Liana terpilih menjadi salah satu delegasi dalam program women leaders global di bidang olahraga yang diselenggarakan di Amerika Serikat.
Pencapaian ini tergolong luar biasa. Liana harus menyisihkan ribuan pendaftar dari 160 negara di seluruh dunia. Dari persaingan ketat tersebut, ia berhasil menjadi satu dari 15 peserta terpilih tahun ini yang berhak mengikuti program pengembangan kepemimpinan tersebut.
Perempuan berusia 41 tahun ini mengungkapkan bahwa perjalanannya menembus program ini tidaklah instan. Ia harus melewati rangkaian seleksi yang menguras energi dan pikiran.
“Untuk masuk ke dalam program ini tidak gampang. Prosesnya sangat panjang. Selain banyaknya wawancara, proses administrasinya juga sangat kompleks,” kenang Liana mengenai perjuangannya.
Belajar dari Raksasa NFL: Green Bay Packers
Selama di Amerika Serikat, Liana mendapatkan kesempatan langka untuk membedah dapur organisasi National Football League (NFL), khususnya saat berkunjung ke markas tim legendaris, Green Bay Packers.
Ia mempelajari lima nilai utama yang menjadi kunci kesuksesan organisasi olahraga di Amerika, yakni, integritas, respek, kerja sama tim (Teamwork), tanggung Jawab, keunggulan.
Misi Utama: Memperbaiki Integritas
Dari kelima nilai tersebut, Liana menyoroti satu poin krusial yang ingin ia bawa pulang dan terapkan di tubuh Laskar Mataram, yakni Integritas. Menurutnya, kejujuran dan keteguhan prinsip adalah fondasi utama yang harus diperkuat sebelum melangkah lebih jauh.
“Integrity. Itu nomor satu yang paling ingin saya terapkan. Mulai dari internal kami terlebih dahulu, dan saya harapkan bisa diterapkan di Indonesia,” tegasnya dengan penuh optimisme.
Keberhasilan Liana Tasno ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi PSIM Jogjakarta, tetapi juga bagi industri sepak bola Indonesia yang terus berupaya menuju tata kelola organisasi yang lebih profesional dan berintegritas. (*)
Editor : Indra Zakaria