PROKAL.CO, JAKARTA – Upaya membangun fondasi sepak bola putri sejak usia dini mulai menunjukkan hasil. MilkLife Soccer Challenge dinobatkan sebagai Grassroots Development Program of The Year dalam ajang PSSI Awards yang digelar di Jakarta, akhir pekan lalu.
Program yang diinisiasi Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife ini dinilai berhasil mendorong minat dan partisipasi anak-anak perempuan dalam sepak bola.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap pihak-pihak yang berkontribusi dalam pembangunan sepak bola nasional.
“Panggung ini untuk mengapresiasi para pahlawan di lapangan hijau. Bukan cuma pemain, tetapi juga wasit, PSSI provinsi, sponsor, komunitas, dan banyak pihak lain yang terus bekerja dari level grassroots sampai sepak bola prestasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, PSSI Awards yang впервые digelar ini diharapkan menjadi momentum memperkuat ekosistem sepak bola Indonesia.
“PSSI Awards hadir dengan semangat yang lebih hangat, lebih dekat, dan lebih membumi dengan memberi penghargaan kepada semua yang selama ini ikut menjaga mimpi sepak bola Indonesia tetap hidup,” lanjutnya.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono. Ia menyebut apresiasi ini menjadi motivasi untuk terus mengembangkan pembinaan sepak bola putri usia dini.
“Penghargaan ini didedikasikan untuk mendiang Bapak Michael Bambang Hartono yang bersama Robert Budi Hartono serius membangun fondasi pembinaan olahraga yang dilakukan Djarum Foundation,” ujarnya.
Menurut Teddy, program ini diharapkan mampu menjaring lebih banyak talenta muda yang kelak bisa memperkuat tim nasional.
“Di masa mendatang, kami berharap MilkLife Soccer Challenge dapat menjangkau lebih banyak talenta-talenta usia dini yang kelak dapat diasah menjadi pesepakbola putri profesional dan bisa memperkuat Tim Nasional,” katanya.
Sejak pertama kali digelar pada 2023 di Kudus, Jawa Tengah, MilkLife Soccer Challenge kini telah menjangkau 12 kota di Indonesia. Di antaranya Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bandung, Semarang, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Samarinda, dan Banjarmasin.
Jumlah peserta juga terus meningkat setiap tahun. Pada Seri 1 2024 tercatat 5.163 peserta, lalu meningkat menjadi 10.051 pada Seri 2 2024.
Peningkatan signifikan terjadi pada Seri 1 2025–2026 dengan 17.492 peserta. Secara total, sebanyak 32.706 siswi SD dan MI telah ambil bagian sejak program ini digelar.
Kepala Sekolah SDN Klepu 03 Semarang, Didit Sulistio, menilai program ini memberikan dampak positif bagi perkembangan siswa.
“MilkLife Soccer Challenge telah menjadi sarana bagi peserta didik untuk mengekspresikan diri dan menemukan bakat mereka di bidang olahraga,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi penghargaan yang diraih program tersebut.
“Ini menunjukkan bahwa program pembinaan sepak bola usia dini di Indonesia mulai mendapatkan perhatian serius dan berjalan ke arah yang benar,” tambahnya.
Dampak program ini juga dirasakan langsung oleh para peserta. Salah satunya, Albianca Raula, yang mengaku mendapat banyak pengalaman berharga hingga berkesempatan mengikuti seleksi tim nasional.
“MLSC sangat membantu saya untuk menekuni dunia sepak bola, hingga saya sempat masuk seleksi Timnas Wanita untuk Piala AFF U-16,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ika Wonda yang merasakan manfaat kompetisi hingga ke level internasional.
“Aku ikut bangga karena MilkLife Soccer Challenge berhasil meraih Grassroots Development Program of The Year dalam acara PSSI Awards 2026,” katanya.
Selain kompetisi 7 lawan 7 untuk kelompok usia 10 dan 12 tahun, program ini juga menghadirkan Festival SenengSoccer untuk usia 8 tahun serta berbagai pelatihan untuk mengasah kemampuan dasar pemain.
Rangkaian kegiatan akan ditutup dengan MilkLife Soccer Challenge All-Stars pada Juni 2026 di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, yang mempertemukan talenta terbaik dari seluruh kota penyelenggara.
Sementara itu, Seri 2 musim 2025–2026 dijadwalkan mulai bergulir pada April hingga Mei di sejumlah kota, termasuk Samarinda, Bekasi, Banjarmasin, Kudus, Surabaya, dan Malang. (moe)
Editor : Indra Zakaria