Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Borussia Dortmund vs Real Madrid, Mencari Status Raja Kompetisi atau Patahkan Kutukan

Indra Zakaria • Minggu, 2 Juni 2024 - 04:50 WIB
MENCARI RAJA BARU: Real Madrid (atas) dan Borussia Dortmund akan berjibaku di final Liga Champions di Stadion Wembley, dini hari ini. (sportmole)
MENCARI RAJA BARU: Real Madrid (atas) dan Borussia Dortmund akan berjibaku di final Liga Champions di Stadion Wembley, dini hari ini. (sportmole)

Prokal.co - Supremasi kontinental dipertaruhkan di Stadion Wembley pada Sabtu (1/6) malam waktu setempat atau Minggu (2/6) dini hari WIB, ketika tim underdog Borussia Dortmund dan pemain profesional Liga Champions berpengalaman Real Madrid bertanding di final Liga Champions musim ini. 

Bagi tim raksasa Bundesliga yang mengenakan seragam kebesaran hitam dan kuning, kemenangan akan mengakhiri 27 tahun penderitaan dan memastikan gelar kedua Liga Champions.

Sementara Los Blancos berupaya mengukir nama mereka di turnamen itu, yakni sebagai ‘Raja Kompetisi’ ketika meraih gelar ke-15.

Pasukan Edin Terzic meraih kemenangan melawan Paris Saint-Germain di babak empat besar untuk mengamankan tiket mereka ke Wembley. Sedangkan pasukan Carlo Ancelotti menggagalkan Bayern Muenchen berkat hasil pertandingan leg kedua yang mencekam.

Bagi Dortmund, pertandingan kali ini ibarat mengusir ‘para setan’ yang selalu mengganggu Die Borussen, terlebih setelah kekalahan 1-2 dari Bayern di final Liga Champions beberapa tahun silam.

Dortmund tak berdaya menyaksikan tembakan Arjen Robben yang mengalir melewati garis gawang untuk memastikan Bayern memenangi duel Der Klassiker di Wembley. 

Marco Reus, dan bek tengah Mats Hummels mungkin menjadi pemain yang masih ingat memori kelam itu. Akan tetapi, tak satu pun pemain skuad asuhan Terzic memerlukan khotbah tentang pentingnya 1 Juni.

Kemenangan di Grup Maut bersama AC Milan, Paris Saint-Germain, dan Newcastle United adalah pertanda akan datangnya era kebangkitan Borussia Dortmund, yang mengirim PSV Eindhoven berkemas tanpa mengeluarkan banyak keringat sebelum kesalahan kecil di babak pertama, serta perempat final mereka versus Atletico Madrid.

Menderita satu-satunya kekalahan mereka di Wanda Metropolitano tidak menghalangi upaya Dortmund untuk meraih kejayaan Eropa, karena perubahan haluan yang fenomenal di leg kedua membawa mereka melaju ke semifinal. Dan, kemenangan luar biasa 1-0 atas PSG membawa Die Borussen berhak melaju ke final.

Optimisme Die Borussen makin tinggi, apalagi mereka ingin mengulang keberhasilan saat mengangkat trofi si Kuping Besar pada musim 1996/1997. Dortmund, yang saat itu dilatih Ottmar Hitzfeld, meraih kemenangan 3-1 atas Juventus di Munich.

Namun, Dortmund belum pernah lagi juara di ajang tersebut sejak jatuh ke tangan supremasi Bayern satu dekade silam. Mereka juga gagal membalas dendam, karena Bayern justru kandas dari Madrid di semifinal. 

Yang jelas, kemarau trofi secara keseluruhan yang dialami Dortmund tidak terlalu lama dibandingkan penantian mereka selama 27 tahun untuk meraih gelar kedua Liga Champions.

Bahkan, momen ini bisa menjadi perpisahan yang manis bagi Reus sebelum membersihkan loker di ruang ganti Die Borussen. Maklum, musim ini menjadi periode terakhirnya di Signal Iduna Park.

Namun, seperti yang biasa terjadi sepanjang kariernya di Liga Champions, tidak akan ada ruang untuk sentimen bagi Pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti. Pelatih berpaspor Italia ini akan kembali berusaha menambah koleksi gelarnya bersama Los Blancos. 

Begitu pula dengan Toni Kroos, gelandang Madrid asal Jerman yang menjalani periode terakhirnya. Pemain berusia 34 tahun itu telah melakukan segalanya, termasuk membawa Bayern menang atas Dortmund di final Liga Champions.

Kroos dan rekan-rekannya tidak kehilangan satu poin pun di babak penyisihan grup Liga Champions musim ini. Mereka menggulingkan wakil Portugal, Braga, menghancurkan juara Italia, Napoli, dan pendatang baru Bundesliga, Union Berlin, meskipun kemenangan agregat 2-1 mereka atas musuh di babak 16 besar RB Leipzig meninggalkan sesuatu yang diinginkan.

 Namun, dalam gaya klasik Los Blancos, pasukan Ancelotti secara menakjubkan menemukan cara untuk menang melawan juara bertahan Manchester City – membalas dendam kepada penakluk mereka di semifinal 2022/2023. Kini, tantangan kembali menghadang, di mana mereka akan menjalani ujian sesungguhnya kontra Dortmund. (*)
Editor : Indra Zakaria