LONDON – Kabar mengejutkan mengenai pemecatan Enzo Maresca oleh Chelsea FC kini mulai terkuak ke publik. Meski sempat mempersembahkan dua trofi internasional, hubungan antara pelatih asal Italia tersebut dengan manajemen The Blues dilaporkan telah mencapai titik nadir yang tidak mungkin lagi diperbaiki.
Dikutip dari laporan Daily Mail pada Jumat (2/1/2026), terdapat empat alasan krusial yang membuat manajemen Chelsea sepakat untuk mendepak Maresca di awal tahun ini:
1. Krisis Kematangan Emosional
Manajemen Chelsea dikabarkan merasa tidak puas dengan ketahanan mental Maresca dalam memimpin klub raksasa. Dalam pengarahan internal, pihak klub menyoroti respons emosional Maresca di situasi kritis yang dinilai labil. Ketidakstabilan ini dianggap merusak atmosfer ruang ganti dan mengganggu profesionalisme tim secara keseluruhan dalam pengambilan keputusan taktis.
2. Perselisihan dengan Tim Medis
Salah satu faktor paling fatal adalah konflik terbuka antara Maresca dan departemen medis klub. Mantan asisten Pep Guardiola ini dituding kerap mengabaikan rekomendasi medis demi kepentingan jangka pendek. Maresca disebut sering memaksakan pemain yang belum pulih total untuk bermain dalam durasi panjang, yang dinilai sangat berisiko bagi kesehatan jangka panjang pemain dan stabilitas skuad.
3. Indikasi Tindakan Tidak Profesional
Ketegangan semakin memuncak setelah Maresca dianggap melakukan tindakan tidak profesional terkait aktivitas media. Manajemen menyoroti insiden di mana Maresca melewatkan konferensi pers pascapertandingan dengan dalih sakit.
Namun, internal klub meyakini bahwa alasan tersebut tidak benar. Tindakan ini dianggap sebagai bentuk ketidakhormatan kepada klub dan rekan sejawatnya, termasuk Willy Caballero yang harus mendadak menggantikannya di depan media.
4. Penurunan Performa dan Isu Loyalitas
Secara statistik, Chelsea hanya mampu memetik satu kemenangan dari tujuh laga terakhir di Liga Inggris. Performa buruk ini membuat posisi klub di kompetisi domestik dan Eropa terancam serius.
Di tengah keterpurukan tersebut, muncul rumor kencang yang mengaitkan Maresca dengan kepulangannya ke Manchester City. Isu loyalitas ini menjadi "paku terakhir di peti mati" bagi karier Maresca di Stamford Bridge, karena manajemen menganggap sang pelatih sudah kehilangan fokus sepenuhnya untuk Chelsea. (*)
Editor : Indra Zakaria